•  

logo


Kantor NasDem Aceh-Tempat Acara Anies Dilempari Telur Busuk, Demokrat: Pengeceut dan Tidak Bertanggung Jawab!

Kamhar menilai bahwa tindakan pelemparan telur busuk dan kaos kaki busuk di kantor DPR Aceh dan lapangan tempat acara bakal capres Anies Baswedan bukan gaya politik masyarakat Indonesia, apalagi masyarakat Aceh

4 Desember 2022 08:25 WIB

Kamhar Lakumani
Kamhar Lakumani Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengecem tindakan pelemparan telur busuk dan kaos kaki busuk di kantor DPR Aceh dan lapangan tempat acara bakal capres Anies Baswedan oleh orang yang tidak dikenal. Menurutnya, pelemparan itu merupakan tindakan pengecut dan tidak bertanggung jawab.

"Partai Demokrat mengecam keras aksi provokatif dan tak bertanggung jawab berupa pelemparan telur busuk dan kaus kaki di Aceh. Ini tindakan pengecut dan tak bertanggung jawab dari pihak-pihak yang tak menghendaki dan ketakutan akan kuatnya arus perubahan," kata Kamhar Lakumani kepada wartawan, Sabtu (3/12/2022).

Kamhar menilai bahwa tindakan itu bukan gaya politik masyarakat Indonesia, apalagi masyarakat Aceh. Demokrat, kata dia, sudah berulang kali mengikuti kontestasi politik namun tidak ada tindakan yang serendah itu.


Respons NasDem soal Kantor dan Lapangan Kegiatan Anies Dilempari Telur Busuk dan Kaus Kaki

"Berbagai cara dilakukan untuk menjegal aspirasi dan konsolidasi politik untuk perubahan, mulai dari persoalan perizinan dan kini aksi teror berupa pelemparan," ungkapnya.

Ia pun meminta agar aparat berwajib mengusut aksi pelemparan telur busuk tersebut. Ia tidak ingin peristiwa itu terulang di daerah lain.

"Setelah gagal narasi fitnah dan hoax membendung aspirasi perubahan, kini bergeser pada aksi-aksi fisik yang bisa memicu terjadinya gesekan di masyarakat. Kami meminta agar aparat bertindak cepat dan profesional agar peristiwa serupa tak terulang dan menular kedaerah lainnya," ucap dia.

Pembenci Anies Lempar Telur Busuk ke Kantor NasDem Aceh, PKS: Harus Diusut, Itu Provokatif

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati