•  

logo


Presiden Komisi Eropa Samakan Perjuangan Irlandia dengan Konflik Ukraina, Inggris Nggak Terima

Dalam pidatonya pada Jumat (2/12), Presiden Komisi Eropa menyamakan perjuangan Irlandia melawan pemerintah Inggris dengan situasi konflik Ukraina-Rusia

3 Desember 2022 22:07 WIB

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut perjuangan Irlandia melawan pemerintahan Inggris pada abad ke-20 mirip seperti konflik antara Rusia dan Ukraina yang kini sedang berlangsung. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidatonya di hadapan parlemen Irlandia di Dublin, pada Jumat (2/12).

Dalam pidato peringatan 50 tahun Irlandia menjadi anggota Uni Eropa, von der Leyen mengatakan bahwa dia “ingin membahas lima kebajikan Irlandia yang akan membantu serikat kita menghadapi tantangan bersama kita di masa depan. Pertama, hasrat Irlandia akan kemerdekaan. Negara ini tahu apa artinya memperjuangkan hak untuk hidup.”

“Hari ini, negara Eropa lain sedang berjuang untuk kemerdekaan. Tentu saja, Irlandia jauh dari garis depan di Ukraina. Tapi Anda lebih memahami daripada kebanyakan orang, mengapa perang (Ukraina-Rusia) ini sangat penting bagi kita semua,” kata Ursula, dikutip RT.com.


Ukraina Minta Batas Harga Minyak Rusia Diturunkan Jadi USD 30 per Barel

Menurutnya, Ukraina tidak hanya berjuang untuk masa depannya sendiri, tetapi juga untuk "kemerdekaan itu sendiri, untuk pemerintahan sendiri, dan untuk tatanan global berbasis aturan."

Komentar tersebut tentu saja memicu kemarahan di antara anggota parlemen Inggris.

Media lokal memperingatkan bahwa kata-katanya dapat memperumit pembicaraan tentang negosiasi ulang pengaturan perdagangan Protokol Irlandia Utara pasca-Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.

Craig Mackinlay, seorang anggota parlemen Konservatif, mengatakan kepada The Telegraph bahwa persamaan yang diungkapkan oleh Ursula von der Leyen "sangat menjijikkan".

Lord Moylan, anggota House of Lords, men-tweet bahwa presiden Komisi Eropa itu sedang memainkan "permainan berbahaya" dengan membuat pernyataan seperti itu.

Mantan Sekretaris Bisnis Inggris Jacob Rees-Mogg mengatakan kepada The Telegraph bahwa “adalah hal yang luar biasa bagi Ursula von der Leyen untuk mengatakan, secara tidak diplomatis, tidak bijaksana, dan salah. Itu menunjukkan bahwa dia tidak sepenuhnya menyadari keadaan bersejarah.”

Negara Barat Berlakukan Batas Harga Minyak Rusia, Moskow: Instrumen Berbahaya

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia