•  

logo


Negara Barat Berlakukan Batas Harga Minyak Rusia, Moskow: Instrumen Berbahaya

Rusia mengatakan bahwa banyak pihak yang masih berminat membeli minyaknya, meski negara-negara Barat memberlakukan kebijakan pembatasan harga terhadap komoditas itu

3 Desember 2022 21:19 WIB

Bendera Rusia
Bendera Rusia Sputniknews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Rusia pada Sabtu (3/12) mengatakan bahwa pihaknya akan terus mencari pihak yang bersedia membeli komoditas minyaknya, meskipun negara-negara Barat memberlakukan pembatasan harga "yang berbahaya" terhadap minyak Rusia.

Sebagaimana diketahui, koalisi negara-negara Barat yang dipimpin oleh negara-negara G7 sudah sepakat untuk membatasi harga minyak Rusia di harga USD 60 per barel. Kebijakan itu diberlakukan dengan tujuan untuk mengurangi pendapatan Moskow dari sektor ekspor dan mengekang kemampuannya untuk membiayai operasi militernya di Ukraina.

Rusia sendiri telah berulang kali mengancam tidak akan memasok minyak ke negara-negara yang ikut mendukung aturan tersebut. Sikap itu kembali ditegaskan oleh Mikhail Ulyanov, duta besar Rusia untuk organisasi internasional di Wina, dalam postingan di media sosial.


India Masih Tetap Beli Minyak Rusia, Meski Ada Pembatasan Harga dari Uni Eropa dan G7

"Mulai tahun ini Eropa akan hidup tanpa minyak Rusia," katanya, dikutip Reuters.

Dalam komentar yang dipublikasikan di Telegram, kantor kedutaan besar Rusia di Amerika Serikat juga mengkritik upaya "pembentukan kembali" prinsip pasar bebas yang coba dilakukan oleh negara-negara Barat. Kedubes Rusia juga menegaskan bahwa minyaknya akan terus diminati meskipun ada langkah-langkah tersebut.

"Langkah-langkah seperti ini pasti akan menghasilkan peningkatan ketidakpastian....Terlepas dari godaan saat ini dengan instrumen yang berbahaya dan tidak sah, kami yakin minyak Rusia akan terus diminati," katanya.

Ukraina Minta Batas Harga Minyak Rusia Diturunkan Jadi USD 30 per Barel

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia