•  

logo


Ukraina Minta Batas Harga Minyak Rusia Diturunkan Jadi USD 30 per Barel

Kepala Administrasi Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak menilai penurunan batas harga tersebut akan menghancurkan ekonomi Rusia

3 Desember 2022 21:01 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Administrasi Kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, pada Sabtu (3/12) mengatakan bahwa batas harga atas minyak Rusia harus diturunkan menjadi USD 30 per barel, sebagai pukulan yang lebih keras untuk menghancurkan perekonomian Rusia.

"Batas harga minyak mentah Rusia yang disetujui oleh Kelompok Tujuh negara dan Australia pada hari Jumat (2/12) harus diturunkan menjadi $30 per barel untuk memukul ekonomi Rusia lebih keras," tulisnya dalam akun Telegram, dikutip Reuters.

Sebelumnya, Duta Besar Polandia untuk Uni Eropa, Andrzej Sados, menyatakan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa sudah menyetujui batas harga pembelian minyak dari Rusia sebesar USD 60 per barel. Hal itu ia sampaikan kepada kantor berita Reuters pada Jumat (2/12).


Krisis Energi, Swiss Bakal Batasi Penggunaan Mobil Listrik

Ia menambahkan bahwa "masa transisi" 45 hari akan berlaku untuk kapal yang membawa minyak mentah asal Rusia yang dimuat sebelum 5 Desember dan dibongkar di tujuan akhir pada 19 Januari 2023.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, pada Kamis (1/12) kemarin menyatakan bahwa dirinya tidak yakin jika kebijakan tersebut benar-benar efektif. Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang selama ini bekerjasama dengan Rusia akan mengabaikannya begitu saja.

“Kami tidak tertarik dengan batasan harga, kami akan bernegosiasi dengan mitra kami secara langsung, dan mitra yang terus bekerja dengan kami tidak akan melihat batasan ini dan tidak akan memberikan jaminan apa pun kepada mereka yang memperkenalkannya secara ilegal,” Lavrov, dikutip Sputniknews.

Lavrov memperkirakan jika kebijakan "itu akan menjadi bumerang" dan justru membuat negara-negara Barat terisolir dari komunitas internasional.

Rusia juga berulang kali mengancam akan mengembargo negara-negara yang mendukung kebijakan batas harga diusulkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya tersebut.

"Menurut pendapat saya, ini benar-benar absurd... Bagi perusahaan atau negara yang akan memberlakukan pembatasan (harga), kami tidak akan memasok minyak dan produk minyak kami, karena kami tidak akan bekerja di bawah kondisi non-pasar," kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada September kemarin.

India Masih Tetap Beli Minyak Rusia, Meski Ada Pembatasan Harga dari Uni Eropa dan G7

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia