•  

logo


Bertahun-tahun Jadi Buronan Amerika, Edward Snowden Kini Resmi Jadi Warga Negara Rusia

Mantan kontraktor NSA, Edward Snowden, pada Jumat (2/12) sudah resmi menjadi warga negara Rusia

3 Desember 2022 16:04 WIB

Edward Snowden
Edward Snowden istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan kontraktor dan 'whistleblower' lembaga keamanan nasional Amerika, National Security Agency (NSA), Edward Snowden, pada Jumat (2/12) dikabarkan sudah melakukan pengambilan sumpah sebagai warga negara Rusia dan memperoleh paspor negara itu.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita TASS, pengacara Snowden, Anatoly Kucherena, mengatakan bahwa istri Snowden, Lindsay Mills, juga mengajukan permohonan untuk mendapatkan status kewarganegaraan Rusia.

Kucherena mencatat bahwa mengingat Snowden saat ini sudah resmi menjadi warga negara Rusia, maka ia tidak dapat diekstradisi secara legal ke negara lain yang mengajukan tuntutan terhadapnya.


Uni Eropa Tidak Bisa Seenaknya Menyita Cadangan Devisa Rusia

Pada tahun 2013, Snowden membocorkan dokumen rahasia yang mengungkapkan operasi pengawasan yang dilakukan oleh NSA terhadap warga sipil Amerika Serikat, dengan mengumpulkan data komunikasi elektronik dan catatan telepon mereka. Apa yang dilakukan oleh Snowden tersebut memicu perdebatan nasional tentang pengawasan pemerintah dan membuat pengadilan AS untuk menyatakan program NSA tersebut sudah melanggar hukum.

Ketika dokumen rahasia tersebut diposting di sejumlah media, pemerintah AS segera mencabut status kewarganegaraan Snowden, sehingga ia secara de facto menjadi individu tanpa status kewarganegaraan. Snowden yang sudah dianggap sebagai mata-mata oleh Amerika Serikat, mencoba melarikan diri dari Hong Kong ke Amerika Latin, tetapi terdampar saat singgah di bandara Sheremetyevo Moskow. Dia terpaksa tinggal selama lebih dari sebulan di Moskow sebelum akhirnya mendapatkan suaka dari pemerintah Rusia dan tinggal disana sampai hari ini.

Pada 26 September 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit yang memungkinkan Snowden untuk mendapatkan status kewarganegaraan Rusia.

Hal itu memunculkan kekhawatiran bahwa ia sekarang dapat direkrut menjadi tentara Rusia dan dikirim untuk ikut bertempur di Ukraina. Namun, kekhawatiran itu ditampik oleh Kucherena, yang menjelaskan bahwa Snowden tidak memenuhi syarat karena tidak pernah bertugas sebagai tentara.

 

Tindak Kekerasan dan Terorisme di Afrika Meningkat Gegara Konflik Ukraina, Kok Bisa?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia