•  

logo


Tak Ada Orasi Politik di Reuni 212, Rizieq Shihab Ungkap Alasannya

Orasi politik riskan bagi Rizieq yang berstatus bebas bersyarat.

2 Desember 2022 18:50 WIB

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Habib Rizieq Shihab (HRS) mengaku mau menghadiri Reuni 212 karena kegiatan ini bukan sebentuk demonstrasi. Menurutnya, acara bermuatan orasi politik sangat riskan bagi dirinya yang masih berstatus bebas bersyarat.

"Demonstrasi itu riskan karena ada orasi politik di atas mobil komando. Begitu ada yang orasi politik dianggap tidak menyenangkan, bahkan dianggap provokasi terhadap masyarakat, walaupun bukan saya yang bicara, tetap saya akan dipermasalahkan,” kata Rizieq dalam Reuni 212 di Masjid At-Tin TMII, Jumat (2/12).

Selain tak ada orasi, menurut Rizieq, Reuni 212 juga tidak memperkenankan tokoh politik yang mengatasnamakan partai untuk hadir.


Pemilu 2024 Momen Politik Penting, Jokowi: Ini Bukan Pekerjaan Mudah

“Bahkan tokoh-tokoh politik atas nama partai nggak boleh datang. Tapi kalau sebagai pribadi muslim yang pernah ikut 212, silakan, terbuka," ujar eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

Adapun pejabat negara yang menghadiri Reuni 212 melepas atribut mereka. “Beberapa anggota DPR, ada pak Fery, Dr Hidayat Nur Wahid beliau alumni 212 ikut hadir saat ini dan kita bangga. Karena beliau salah satu pimpinan MPR ikut hadir,” terus Rizieq.

“Nggak sampai di situ, di sini juga kita bangga ada dari Dewan Pertimbangan MUI KH Muhyidin Junaedi beliau hadir bersama kita beliau antusias menyambut acara reuni 212," sambungnya.

Diketahui, status bebas bersyarat Rizieq Shihab berlaku hingga 10 Juni 2024. Kasus yang menjeratnya adalah penyebaran berita bohong hasil swab test di Rumah Sakit Ummi, Bogor.

Tiga syarat utama yang mesti dijalankan Rizieq selama bebas bersyarat adalah wajib lapor satu bulan sekali, ajukan izin tertulis jika ingin keluar kota, dan tidak melanggar hukum lagi.

Minta Hati-hati di Pemilu 2024, Jokowi: Hal-hal Teknis Bisa Menjadi Politis

Halaman: 
Penulis : Iskandar