•  

logo


Uni Eropa Janji Nggak Akan Intervensi Urusan Domestik China, Bagaimana dengan Isu Taiwan?

Presiden Dewan Eropa menegaskan bahwa pihaknya menghormati kedaulatan China dan tidak akan mengintervensi urusan dalam negeri China

1 Desember 2022 21:24 WIB

Presiden Dewan Eropa Charles Michel
Presiden Dewan Eropa Charles Michel istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada hari Kamis (1/12) meyakinkan Presiden China Xi Jinping bahwa Uni Eropa sangat menghormati kedaulatan China dan tidak akan mencampuri urusan dalam negerinya.

Michel, yang tiba di Beijing atas undangan Presiden Xi, membahas hubungan China-Eropa dan masalah regional dan global dengan presiden China tersebut selama pertemuan di Aula Besar Rakyat pada Kamis pagi (1/12).

“Uni Eropa berpegang teguh pada otonomi strategis, menjunjung tinggi kebijakan satu-China, menghormati kedaulatan China dan tidak akan mencampuri urusan dalam negeri China,” kata Michel kepada Xi selama pertemuan tersebut, dikutip Anadolu Agency.


Ini Alasan Kanselir Jerman Ingin Percepat Pembelian Jet Tempur F-35 dari AS

"Uni Eropa bersedia memperkuat komunikasi dengan China untuk mengatasi krisis energi dan perubahan iklim dengan lebih baik," tambahnya.

Presiden Xi menyambut kunjungan presiden Dewan Eropa dan mengatakan kunjungannya mencerminkan niat baik Uni Eropa untuk mengembangkan hubungan dengan China. Xi mengatakan bahwa merupakan kepentingan bersama China, Eropa, dan komunitas internasional untuk menjaga hubungan China-Eropa tetap maju.

Dari pernyataan Charles Michel tersebut, bisa disimpulkan jika Uni Eropa tidak akan mengintervensi isu Taiwan, mengingat status kepulauan tersebut selama ini masih dianggap sebagai wilayah China.

Pemerintah China juga berulang kali menegaskan bahwa mereka akan melakukan semua cara untuk menyatukan kembali Taiwan dengan China Daratan.

Dalam Kongres Nasional Partai Komunis China (CPC) ke-20 yang diadakan pada 16-22 Oktober 2022, Presiden Xi Jinping mengatakan "roda sejarah sedang bergulir menuju reunifikasi China" dengan Taiwan.

“Dalam menghadapi provokasi serius oleh pasukan separatis yang menyerukan kemerdekaan Taiwan, dan campur tangan dari kekuatan luar, kami telah dengan tegas melancarkan perjuangan besar melawan separatisme dan intervensi (asing), menunjukkan tekad kuat dan kemampuan luas kami untuk melindungi kedaulatan nasional dan integritas teritorial dan menentang kemerdekaan Taiwan," kata Xi Jinping pada pembukaan Kongres.

“Reunifikasi sepenuhnya negara kita harus diwujudkan dan tanpa ragu dapat diwujudkan,” tambah pemimpin China itu.

Seperti diketahui, Taiwan sudah menjadi negara merdeka secara de facto sejak tahun 1952 silam, meskipun mendapat pengakuan internasional yang sangat terbatas. Namun, hingga kini China masih menganggap wilayah tersebut sebagai salah satu provinsinya.

Pada tahun 2021 lalu, Taiwan dikabarkan telah secara resmi menjalin hubungan diplomatik dengan salah satu negara anggota Uni Eropa, Lithuania, ditandai dengan membuka kantor kedutaan besarnya di negara tersebut pada November 2021.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan bahwa pembukaan kantor kedutaan besar Taiwan di Lithuania tersebut akan menjadi sebuah babak baru dalam hubungan bilateral kedua negara.

Menlu Ukraina Minta Rusia Dikeluarkan dari Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia