•  

logo


Kesal dengan Kebijakan Pengurangan Inflasi AS, Presiden Perancis: Menambah Masalah Saya

Presiden Perancis Emmanuel Macron menentang Kebijakan Pengurangan Inflasi (IRA) yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat

1 Desember 2022 18:26 WIB

Presiden Perancis Emmanuel Macron
Presiden Perancis Emmanuel Macron AP News

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Perancis Emmanuel Macron menentang kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah AS untuk memberikan subsidi kepada perusahaan-perusahaan Amerika dibawah Kebijakan Pengurangan Inflasi (IRA). Menurut Macron, kebijakan tersebut akan "memecah belah negara Barat", mengingat hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa saat ini mengalami ketegangan.

Menurut beberapa kantor berita, Macron menilai keputusan AS itu "sangat agresif bagi pebisnis" Eropa.

“Saya tidak ingin menjadi pasar untuk menjual produk Amerika karena saya memiliki produk yang sama persis dengan Anda,” kata Macron, dikutip Financial Times.


Tangguhkan Perundingan NEW START, Rusia Bakal Fokus Tingkatkan Kemampuan Senjata Nuklirnya Tahun Depan

"Dan konsekuensi dari IRA adalah bahwa Anda mungkin akan memperbaiki masalah Anda, tetapi Anda akan menambah masalah saya. Maaf saya terus terang," tambahnya.

Kebijakan IRA menetapkan pembayaran besar-besaran kepada produsen untuk memproduksi barang-barang mereka di Amerika Utara dan mendukung industri yang ramah lingkungan - misalnya, mempertimbangkan investasi miliaran untuk produksi kendaraan listrik AS yang baru.

Uni Eropa khawatir tindakan tersebut akan memaksa pabrikan Eropa untuk pindah ke AS, sehingga blok tersebut menginginkan pengecualian, seperti yang telah diberikan ke Kanada dan Meksiko.

Ketegangan ekonomi trans-Atlantik juga kian meningkat karena ekonomi Eropa mengalami pukulan besar setelah Brussel dan Washington memberlakukan sanksi anti-Rusia, karena situasi konflik Ukraina.

Sanksi tersebut menghantam pasar energi yang sudah bergejolak, sehingga memicu rekor inflasi tertinggi dan krisis energi di Eropa yang membahayakan industri blok tersebut.

Selain itu, negara-negara Eropa juga harus menggenjot pembelian gas alam cair AS, yang jauh lebih mahal daripada gas alam Rusia.

Rusia Siap Lanjutkan Perjanjian Nuklir dengan AS, Asalkan...

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia