•  

logo


Hungaria Minta NATO Tidak Anti-China

Menlu Hungaria mengatakan bahwa kerjasama antara China dengan negara-negara NATO bukanlah sebuah hal yang mustahil, selama didasarkan rasa saling menghormati

30 November 2022 22:33 WIB

Menlu Hungaria Peter Szijjarto
Menlu Hungaria Peter Szijjarto istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Hungaria Peter Szijjarto memperingatkan NATO agar tidak berubah menjadi blok anti-China, mengingat situasi keamanan global saat ini sudah sangat tegang.

“Hari ini, konsep strategis NATO menjadi agenda utama. Hubungan dengan China, keamanan energi, perlindungan infrastruktur kritis. Kami tidak ingin NATO berubah menjadi blok anti-China. Tidak perlu risiko perang dingin lainnya, mengingat ada cukup banyak masalah,” kata Szijjarto di media sosialnya sebelum dimulainya hari kedua pertemuan para menteri luar negeri NATO di Bucharest, Rumania.

Ia mengatakan bahwa Hungaria, meski merupakan negara anggota NATO, sudah membuktikan bahwa mereka bisa menjalin kerjasama dengan erat dengan China.


Uni Eropa Bakal Gunakan Aset Rusia yang Mereka Sita untuk Pulihkan Ukraina

"Contoh Hungaria jelas membuktikan bahwa kerja sama [dengan China] berdasarkan rasa saling menghormati adalah hal yang mungkin," tambahnya.

Pada bulan Agustus, Kementerian Luar Negeri Hungaria melaporkan bahwa perusahaan baterai China Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), pemimpin global dalam pengembangan dan pembuatan baterai lithium-ion, akan membangun pabrik keduanya di Eropa. Pabrik tersebut rencananya dibangun di Debrecen, Hungaria, yang bisa menjadi yang terbesar investasi dalam sejarah Hungaria.

AS Berniat Kirim Sistem Pertahanan Rudal Patriot kepada Ukraina, Perang Bisa Memanas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia