•  

logo


AS Berniat Kirim Sistem Pertahanan Rudal Patriot kepada Ukraina, Perang Bisa Memanas

Pentagon mengatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk memberikan sistem pertahanan rudal Patriot kepada Ukraina di masa depan

30 November 2022 21:05 WIB

Rudal Patriot
Rudal Patriot istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan apakah mereka akan memberikan sistem pertahanan rudal Patriot kepada angkatan bersenjata Ukraina. Hal itu disampaikan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, beberapa minggu setelah Kiev secara eksplisit meminta persenjataan tersebut.

Berbicara dalam jumpa pers hari Selasa (29/11), seorang pejabat senior Pentagon yang tidak disebutkan namanya ditanya apakah Washington memiliki rencana untuk mengirim Patriot ke Ukraina, tetapi hanya menjawab: "Saya hanya akan mengatakan bahwa semua kekuatan (senjata) masih ada di atas meja."

Saat ditanya apakah itu termasuk rudal Patriot, pejabat itu mengakui senjata itu adalah “salah satu kemampuan pertahanan udara yang sedang dipertimbangkan” oleh pemerintahan Joe Biden.


NATO Diminta Kirim Tank Canggih ke Ukraina, Bukan Kendaraan Tempur Usang buatan Uni Soviet

Pada kesempatan terpisah, Brigadir Jenderal Angkatan Udara Pat Ryder mengatakan bahwa meski pertahanan udara adalah "prioritas" untuk Ukraina dan bahwa Washington sekarang sedang mendiskusikan "berbagai kemampuan," namun pemerintah AS belum berencana untuk mengirimkannya dalam waktu dekat.

Menurutnya, transfer sistem senjata canggih semacam itu membutuhkan dukungan pelatihan dan pemeliharaan yang signifikan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada akhir Mei kemarin menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengirimkan sistem rudal jarak jauh kepada pasukan Ukraina, mengingat senjata itu bisa saja digunakan untuk menyerang wilayah Rusia dan memicu reaksi dari Moskow. Joe Biden khawatir jika itu terjadi, konflik Ukraina akan semakin memanas.

"Kami tidak akan mengirim sistem roket ke Ukraina yang dapat menyerang Rusia," kata Biden kepada awak media, dikutip RT.com.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa pihaknya akan meningkatkan serangan ke Ukraina jika negara-negara barat terus mengirimkan pasokan senjata, termasuk rudal jarak jauh, bagi Kiev.

“Jika mereka (rudal jarak jauh) dipasok (ke Ukraina), kami akan menarik kesimpulan yang tepat dan menggunakan senjata kami, yang kami punya cukup, untuk menyerang objek-objek yang belum kami serang,” kata Putin pada awal Juni.

Uni Eropa Bakal Gunakan Aset Rusia yang Mereka Sita untuk Pulihkan Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia