•  

logo


Tak Ada Kandungan Gas Air Mata, PDFI Ungkap Penyebab Utama Kematian Korban Kanjuruhan

PDFI mengumumkan hasil autopsi dua jenazah korban tragedi Kanjuruhan. Dimana dua jenazah tersebut merupakan kakak beradik NDR (16) dan NDB (13)

30 November 2022 19:01 WIB

Bentrokan usai Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022)
Bentrokan usai Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) Antara/Ari Bowo Sucipto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Perhimpunan Dokter Forensik (PDFI) Jawa Timur, dr Nabil Bahasuan mengumumkan hasil autopsi dua jenazah korban tragedi Kanjuruhan. Dimana dua jenazah tersebut merupakan kakak beradik NDR (16) dan NDB (13)

"Kami tim PDFI Jatim Alhamdulillah sudah menyelesaikan semua rangkaian pemeriksaan luar, pemeriksaan tambahan, dalam kasus Tragedi Kanjuruhan terhadap dua korban," kata Nabil di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Rabu (30/11/2022).

Nabil menyebut kematian kakak beradik NDR dan NDB disebabkan karena benda tumpul. Ia menyebut kakak beradik itu mengalami patah tulang sehingga kehabisan darah.


LPSK Sebut Korban Tragedi Kanjuruhan Berhak Menuntut Ganti Rugi ke Pelaku

"Jadi untuk hasil dari NDR (16). Itu didapatkan kekerasan benda tumpul. Adanya patah tulang iga, 2, 3, 4, 5. Dan di sana ditemukan perdarahan yang cukup banyak. Sehingga itu membuat sebab kematiannya," ujarnya.

"Kemudian, adiknya NDB (13). Juga sama tapi ada di tulang dadanya. Patahnya itu. Juga di sebagian tulang iga, sebalah kanan," sambungnua.

Meski demikian, ia tidak menjelaskan apa penyebab patah tulang NDR dan NDB. Ia hanya menyebut ada tanda kekerasan yang disebabkan oleh benda tumpul.

"Di kedokteran forensik kita tidak bisa mengatakan itu karena apa. Tapi karena kekerasan benda tumpul. Untuk pastinya, tentu di penyidikan yang tahu," ucap dia.

Sebelumnya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan yang dipimpin oleh Menko Polhukam Mahfud Md menyebut penyabab utama kematian Aremania yakni kepanikan karena gas air mata.

"Adapun peringkat keterbahayaan racun dari gas itu sedang diperiksa oleh BRIN," ujar Mahfud Md saat jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Bakal Lapor ke Mabes Polri, Penyintas Tragedi Kanjuruhan: Konstruksi Pasal yang Lebih Konkret

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati