•  

logo


Presiden Komite Olimpiade Internasional Minta Sanksi terhadap Rusia Tetap Dilanjutkan

Presiden IOC mengatakan bahwa dirinya mendukung dilanjutkannya sanksi terhadap para atlet dari Rusia dan Belarusia

30 November 2022 15:22 WIB

Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach
Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach, mengatakan bahwa kebijakan sanksi terhadap Rusia dan Belarusia harus tetap dilanjutkan sebagai akibat dari konflik Ukraina.

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah pernyataan tertulis yang dibacakan oleh wakil Presiden IOC Ng Ser Miang pada forum Federasi Internasional (IF) yang digelar di Lausanne, Swiss. Bach sendiri tidak bisa hadir dalam acara tersebut karena tengah terinfeksi Covid-19.

“Sanksi terhadap Pemerintah Rusia dan Belarusia harus, dan akan, tetap tegas,” kata Miang saat menyampaikan pidato Bach dikutip RT.com.


Kapal Perang AS Kedapatan Masuki Wilayah Perairan China

“Rekomendasi bahwa Anda, Federasi Internasional (IF), tidak mengakui kompetisi olahraga di Rusia dan Belarusia, dan bahwa tidak ada simbol nasional apa pun dari negara-negara ini yang ditampilkan di acara olahraga apa pun, harus tetap ada.

“Karena [kita harus] memberikan sanksi kepada mereka yang bertanggung jawab memulai perang, Pemerintah Rusia dan Belarusia.”

Banyak federasi olahraga di seluruh dunia mengadopsi saran IOC yang disampaikan awal tahun ini, tak lama setelah peluncuran operasi militer Rusia, dan menjatuhkan hukuman berat pada olahraga Rusia, serta olahraga Belarusia.

Sanksi tersebut membuat UEFA batal menggunakan St Petersburg sebagai lokasi Final Liga Champions 2022, dan Timnas Rusia dilarang tampil pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sanksi serupa juga telah diberlakukan terhadap para atlet Rusia dan Belarusia yang tampil di cabang olahraga lain seperti motorsport, atletik, dan tenis.

Namun, pernyataan Bach tersebut sangat kontras dengan apa yang ia sampaikan dalam Majelis Umum Komite Olimpiade Nasional di Seoul, Korea Selatan bulan lalu. Saat itu, Bach memperingatkan bahwa olahraga tidak boleh digunakan sebagai alat politik. Ia sebelumnya juga telah menyatakan bahwa olahraga Olimpiade membutuhkan partisipasi dari semua atlet, terlepas dari perselisihan yang melibatkan pemerintah mereka.

“Kami tidak akan menganggap semua orang memiliki sikap yang sama seperti tindakan Pemerintah mereka,” katanya saat itu.

Namun, ia menambahkan bahwa IOC harus tetap bersatu dalam menjunjung tinggi nilai-nilainya.

“Anda semua tahu, secara langsung, betapa sulitnya untuk menyamakan lingkaran ini dengan tindakan perlindungan yang harus kami ambil,” dia memperingatkan.

“Inilah mengapa kami harus terus mencari cara bagaimana kami dapat mengatasi dilema kami dengan langkah-langkah perlindungan bagi para atlet ini. Kami hanya dapat melakukannya dengan cara yang kredibel jika kami, Gerakan Olimpiade, tetap bersatu,” pungkasnya.

Dialog Konstruktif NATO-Rusia Gagal, Sekjen NATO Salahkan Moskow

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia