•  

logo


Presiden Turki Tak Akan Hentikan Operasi Militer Lintas Batas hingga Teroris Berhasil Dihancurkan

Presiden Turki menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti menggelar operasi militer lintas batas hingga semua kelompok teroris yang selama ini mengancam keamanan nasionalnya berhasil dihancurkan

29 November 2022 18:10 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (28/11) menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menghancurkan kelompok teroris PKK, yang selama ini menjadi ancaman utama bagi keamanan nasional Turki.

"Organisasi teroris, yang telah menderita kerugian besar dalam operasi yang dilakukan oleh Turki di sepanjang perbatasan selatannya, menunjukkan wajah kotornya dengan menumpahkan darah orang tak berdosa dengan serangan mortirnya ke permukiman sipil di perbatasan kami," kata Erdogan, mengacu pada serangan yang dilakukan oleh kelompok militan Kurdi di Turki Selatan pada pekan lalu.

"Kami ulangi sekali lagi komitmen kami untuk menghancurkan kelompok teroris yang membunuh seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dan seorang guru berusia 22 tahun dalam serangan di distrik Karkamis, sampai militan terakhirnya dinetralkan," tambahnya.


China Masih Berlakukan Lockdown Ketat terkait Covid, Pakar Kesehatan AS: Sangat Parah dan Agak Kejam

Erdogan mengatakan tekad Turki untuk membangun jalur keamanan sepanjang 30 kilometer (18,6 mil) di perbatasannya akan terus dilanjutkan, meski hal tersebut tidak mendapat persetujuan dari Rusia dan Amerika Serikat.

"Kami tidak perlu mendapatkan izin dari siapa pun saat mengambil langkah-langkah terkait keamanan tanah air dan rakyat kami, dan kami tidak akan dimintai pertanggungjawaban kepada siapa pun," tambah Erdogan.

Dia menekankan bahwa tidak ada yang dapat memaksa Turki ke posisi apa pun yang bertentangan dengan kepentingannya sendiri dalam istilah politik, diplomatik, ekonomi, dan militer.

Ia juga mengkritik sikap pemerintah AS yang selama ini justru bekerja sama dengan militan Kurdi dalam upaya pemberantarasan kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak.

"Kami tidak harus mentolerir kemunafikan mereka yang mendukung kelompok teroris terdaftar dengan permainan mengubah nama," kata Erdogan.

Baru-baru ini, militer Turki sudah meluncurkan Operasi Claw-Sword di wilayah utara Irak dan Suriah. Operasi tersebut digelar untuk menyerang fasilitas-fasilitas yang diyakini milik kelompok militan Kurdi yang tergabung dalam Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang berulang kali melakukan serangan terorisme di wilayah Turki.

Setelah operasi udara diluncurkan pada 20 November 2022 kemarin, Erdogan juga mengisyaratkan operasi darat ke Irak utara dan Suriah utara untuk menghilangkan ancaman teror.

PKK sendiri saat ini sudah terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa dan AS.

Perdagangan Internasional Alami Krisis, Putin Terpaksa Alihkan Ekspor dan Impor Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia