•  

logo


Perdagangan Internasional Alami Krisis, Putin Terpaksa Alihkan Ekspor dan Impor Rusia

Presiden Rusia mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mengalihkan kembali ekspor dan impornya ke pasar baru

29 November 2022 17:47 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin (28/11) mengatakan bahwa perdagangan internasional sedang mengalami situasi krisis dan Moskow saat ini tengah mengalihkan atau mengorientasikan kembali ekspor dan impornya ke pasar baru. Hal itu ia sampaikan saat bertemu dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

“Selama setahun terakhir, perputaran perdagangan antara Rusia dan Kazakhstan telah tumbuh hampir 35%,” kata Putin, dikutip Anadolu Agency.

Ia mencatat bahwa Rusia tetap menjadi salah satu investor terbesar dalam ekonomi Kazakhstan, dengan volume investasi modal mencapai hampir USD 17 miliar, dan bahwa 76 dari 89 entitas konstituen Rusia telah menjalin hubungan perdagangan dan ekonomi langsung dengan sejumlah pihak di Kazakhstan.


Petinggi Militer Iran Sebut Pihaknya Punya Rudal yang Tak Bisa Dihalau oleh Sistem Pertahanan Udara Negara Lain

Putin menambahkan bahwa lebih dari 30 proyek investasi besar dilaksanakan bersama di semua sektor utama ekonomi.

Sementara itu, Tokayev mengatakan Rusia dan Kazakhstan mampu membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.

"Tahun lalu, volume perdagangan antara negara kami mencapai rekor tertinggi baru, yang mencapai USD 24,5 miliar," kata Tokayev, seraya menambahkan bahwa ekspor Kazakhstan ke wilayah Rusia meningkat dua setengah kali lipat.

Tokayev juga mendesak kedua negara untuk mempercepat modernisasi rantai pasokan mereka.

Seperti diketahui, sejak memulai operasi militer Rusia ke Ukraina pada akhir Februari kemarin, negara-negara Barat sudah menjatuhkan berbagai sanksi terhadap Moskow.

Sanksi tersebut diantaranya berupa pembatasan terhadap sejumlah komoditas ekspor Rusia, salah satunya komoditas migas. Adapun tujuan diberlakukannya sanksi semacam itu adalah untuk membatasi pendapatan Rusia sehingga mereka pada akhirnya menghentikan serangannya terhadap Ukraina.

China Masih Berlakukan Lockdown Ketat terkait Covid, Pakar Kesehatan AS: Sangat Parah dan Agak Kejam

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia