•  

logo


Mobilisasi Relawan Dinilai Sikap Frustasi Jokowi Tak Bisa Tekan Megawati dalam Tentukan Capres PDIP

Acara nusantara bersatu dihadiri langsung Presiden Joko Widodo dalam rangka silaturahmi bersama para relawan

29 November 2022 15:39 WIB

Jokowi di acara nusantara bersatu
Jokowi di acara nusantara bersatu Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ratusan ribu relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergabung dan menggelar acara bertema 'Nusantara Bersatu' di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Acara ini dihadiri langsung Presiden Joko Widodo dalam rangka silaturahmi bersama para relawan.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menilai mobilisasi Relawan Jokowi di GBK beberapa hari lalu menunjukkan upaya politik menghibur diri.


Projo Sebut Masyarakat Ingin Prabowo Jadi Penerus Jokowi

"Acara ini juga bisa dimaknai sebagai sikap frustasi untuk menutupi kenyataan bahwa para relawan tidak punya kuasa menentukan calonnya untuk diusung oleh PDIP. Padahal, semua juga mengetahui bahwa relawan itu tidak punya legal standing dalam hal pengusungan caprea-cawapres," kata Uchok di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Dalam hal ini, Uchok menyebut upaya mengerahkan sekian ribu relawan Presiden Jokowi seolah ingin menunjukkan bargaining ke PDIP seolah rakyat masih di belakangnya dan memberikan dukungan kepada siapapun calon yang dikehendaki.

"Meski nyatanya, yang dimobilasasi itu juga banyak yang bisa dipertanyakan apakah mereka benar-benar relawan atau "mobilisasi" yang dibiayai," tuturnya.

Uchok juga berujar bahwa Presiden Jokowi belum menyadari bahwa partai-partai juga punya kepentingan politik yang tentunya tidak mau dikerdilkan oleh mobilisasi relawan.

Terlebih PDIP sebagai partai yang punya tiket untuk mengajukan pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024 mendatang.

"Kalau PDIP mengikuti skenario atau tekanan politik yang dilakaukan Presiden Jokowi dalam hal penentuan capres, maka ke depan marwah Ketua Umum PDIP Ibu Megawati dan juga PDIP sebagai partai kader yang ideologis tinggal menunggu waktu akan diambil alih oleh demokrasi kapital sesuai dengan kepentingan oligarki," tukasnya.

Soal Projo Siap Dukung Prabowo Subianto, PDIP: Relawan Bisa Berubah

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar