•  

logo


Boeing Berniat Bikin Rudal agar Ukraina Bisa Serang Wilayah Rusia

Perusahaan AS, Boeing, dikabarkan sudah mengajukan penawaran kepada Kementerian Pertahanan AS, untuk memproduksi bom bagi Ukraina

28 November 2022 21:38 WIB

Logo Perusahaan Boeing
Logo Perusahaan Boeing istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, dilaporkan tengah mempertimbangkan tawaran yang diajukan oleh perusahaan Boeing terkait produksi bom presisi untuk Ukraina dengan harga yang terjangkau.

Menurut Reuters, Boeing telah mengusulkan untuk memasok pasukan Ukraina dengan sistem Ground-Launched Small Diameter Bomb (GLSDB), yang akan memasangkan Bom Diameter Kecil (SDB) senilai USD 40.000. Senjata tersebut telah dikembangkan sejak 2019.

Dalam dokumen yang dilihat oleh surat kabar tersebut, perusahaan mengklaim ketersediaan komponen yang diperlukan akan memungkinkannya memproduksi persenjataan dan mulai mengirimkannya ke Ukraina paling cepat pada musim semi 2023.


Ada Sejumlah Negara yang Diam-diam Kirim Pasokan Senjata ke Ukraina

Namun, masih ada kendala logistik yang harus diatasi, mengingat setidaknya enam pemasok harus mempercepat pengiriman suku cadang untuk memproduksi senjata dengan cepat. Rencana Boeing juga meminta adanya pengabaian harga, yang akan membebaskan kontraktor dari tinjauan mendalam untuk memastikan Pentagon mendapatkan kesepakatan yang adil.

Menurut situs web SAAB AB, yang memproduksi senjata bersama dengan Boeing, GLSDB yang dipandu GPS mampu menyerang target pada jarak hingga 150 kilometer, yang berpotensi memungkinkan Kiev untuk menyerang sasaran di dalam wilayah Rusia.

Sementara militer AS dan Boeing menolak mengomentari laporan tersebut, juru bicara Pentagon Letnan Cmdr. Tim Gorman mengatakan kepada Reuters bahwa Washington dan sekutunya "mengidentifikasi dan mempertimbangkan sistem yang paling tepat" yang akan membantu Kiev dalam menghadapi serangan Rusia.

Moskow telah berulang kali memperingatkan AS dan sekutu NATO-nya agar tidak memasok senjata ke Ukraina, dengan alasan bahwa itu hanya akan membuat situasi konflik semakin panas dan meningkat, yang pada akhirnya dapat menyebabkan konfrontasi langsung antara Rusia dan Barat.

Karena negara-negara seperti AS dan Inggris telah menyediakan sistem senjata yang lebih canggih untuk pasukan Kiev, yang mampu menjangkau jauh di belakang garis depan, Kremlin menggambarkan konflik yang sedang berlangsung sebagai perang proksi melawan NATO. Presiden Vladimir Putin juga menyatakan Rusia saat ini tidak hanya bertempur melawan Ukraina saja, namun harus menghadapi "seluruh mesin militer Barat".

Erdogan Berniat Perbaiki Hubungan Turki-Suriah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia