•  

logo


Erdogan Berniat Perbaiki Hubungan Turki-Suriah

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa pihaknya berencana melakukan normalisasi hubungan dengan Suriah

28 November 2022 21:18 WIB

Bendera Turki
Bendera Turki istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Recep Tayyi Erdogan pada Minggu (27/11) mengatakan bahwa Turki dapat menemukan jalan untuk memperbaiki hubungannya yang rusak dengan Suriah di masa depan. Pernyaaan tersebut ia lontarkan beberapa hari setelah pasukan Turki menggelar serangan udara terhadap sejumlah fasilitas yang diyakini menjadi milik kelompok militan Kurdi di Suriah Utara dan Irak Utara.

“Sama seperti hubungan Turki-Mesir yang mulai normal, di periode berikutnya juga bisa terjadi dengan Suriah,” kata Erdogan dikutip RT.com.

Hubungan antara Ankara dan Kairo memburuk pada 2013 ketika Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, komandan militer tertinggi negara itu pada saat itu, menggulingkan pendahulunya, Mohamed Morsi. Sejak saat itu, kedua negara menahan diri untuk tidak menunjuk duta besar ke ibu kota masing-masing. Namun, Erdogan menggambarkan pertemuannya dengan el-Sisi di sela-sela Piala Dunia FIFA di Qatar bulan ini sebagai langkah untuk memperbaiki hubungan.


Sia-sia, Pemimpin Iran Sebut Negosiasi dengan AS Tak Akan Selesaikan Masalah

Erdogan mendukung kontak lebih lanjut dengan Mesir di tingkat menteri.

"Tidak ada ruang untuk perasaan keras dalam politik," tambahnya.

Para pejabat Turki menyalahkan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan Unit Pertahanan Rakyat (YPG) pimpinan Kurdi yang berbasis di Suriah atas serangan bom di Istanbul, pada 13 November 2022 kemarin.

PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh sejumlah negara, diantaranya Turki, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, membantah terlibat dalam serangan Istanbul, yang merenggut enam nyawa itu.

Sementara itu, hubungan antara Turki dan Suriah telah memburuk secara signifikan selama bertahun-tahun karena pemerintah Turki mendukung perjuangan Tentara Nasional Suriah, yang sebelumnya dikenal sebagai Tentara Pembebasan Suriah, melawan pemerintahan Bashar al Assad.

Pemerintahan Assad juga berulang kali menuduh Turki "menduduki" sebagian wilayahnya, karena pasukan Turki telah melakukan beberapa serangan untuk melawan pasukan Kurdi di masa lalu dan terlibat pertempuran dengan pasukan pemerintah Suriah.

Ada Sejumlah Negara yang Diam-diam Kirim Pasokan Senjata ke Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia