•  

logo


Sesalkan Pencopotan Label Gereja di Tenda Bantuan Gempa Cianjur, PDIP: Tindakan Oknum Ormas Intoleran dan Radikal

Warga Cianjur sangat membutuhkan bantuan-bantuan dari seluruh lapisan rakyat tanpa melihat latar belakang SARA

28 November 2022 13:57 WIB

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Viral beredar video label bantuan dari sebuah gereja pada tenda bantuan yang diberikan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dicopot oleh sejumlah orang

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono menyesalkan aksi pencopotan label sebuah gereja untuk bantuan untuk korban gempa cianjur tersebut.

Dia menegaskan sejumlah orang yang melakukan tindakan tersebut merupakan oknum dari sebuah ormas tertentu yang memang cenderung intoleran dan radikal.


Soal Pernyataan SARA 'Manusia Gurun', DPR Desak Sidang Etik Rektor ITK Digelar Secara Terbuka

"Saya sangat mendukung Polri dan TNI untuk mencermati gerakan-gerakan dari mereka. Sehingga tidak berlanjut. Sudah dijelaskan oleh pejabat Polri bahwa rakyat terdampak tidak menolak bantuan tersebut," ujar Ono kepada Jitunews.com, Senin (28/11/2022).

Dalam hal ini, Ono meyakini bahwa warga Cianjur sangat membutuhkan bantuan-bantuan dari seluruh lapisan rakyat tanpa melihat latar belakang Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).

Dia mengingatkan kepada masyarakat yang ingin membantu korban gempa Cianjur agar tak terpengaruh dengan aksi-aksi yang dilakukan oknum tersebut.

"Jangan pernah terpengaruh oleh gerakan oknum-oknum  itu itu. Teruslah membantu Rakyat Cianjur, tapi bila mereka tidak berani membantu secara langung ke rakyat, maka bantuan bisa melalui Pemda Cianjur," terang Ono.

Anggota DPR ini menyebut bahwa musibah bencana gempa di Cianjur ini cukup membawa kesengsaraan rakyat.

Hal ini dikarenakan banyaknya korban yang meninggal dunia, luka-luka sampai harus mengungsi di tenda-tanda karena  gempa ini masih kerap terjadi dan rumahnya dalam kondisi rusak bahkan ambruk.

Sehingga, lanjut Ono dibutuhkan waktu yang lumayan lama untuk memulihkan kondisi di Cianjur.

"Membangun kembali rumah-rumah tidak mudah, walau Pemerintah sudah menyiapkan skema bantuan 50 Juta (rusak berat), 25 Juta (rusak sedang) dan 10 Juta (rusak ringan)," jelas Ono.

"Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dari seluruh warga di Jawa Barat bahkan dari seluruh Indonesia untuk membantu memulihkan kondisi Cianjur," pungkasnya.

Minta Warga Tetap Waspada Gempa Cianjur, Ridwan Kamil: Gempa Susulan Masih Terjadi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar