•  

logo


Prihatin Pelajar Tewas Dibacok di Hari Guru, Pimpinan DPR: Perlu Pembatasan Gadget

Huda lantas mengkritik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknonologi (Kemendikbudristek). Menurutnya, perlu ada kebijakan untuk mengatasi fenomena tawuran antar pelajar.

27 November 2022 09:05 WIB

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda
Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda www.jitunews.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengaku prihatin dengan fenomena tawuran antar pelajar yang kian marak. Ia kemudian menyinggung terkait tawuran yang menyebabkan satu pelajar tewas di Deli Serdang, Sumatera Utara te[at di Hari Guru. Menurutnya perlu ada mitigasi untuk menangani fenomena tersebut.

"Catatan saya ini fenomena yang trennya semakin naik dan levelnya sudah darurat kekerasan yang dilakukan oleh pelajar kita. Karena itu harus dimitigasi betul kenapa fenomena kekerasan ini makin naik trennya," kata Huda kepada wartawan, Sabtu (26/11/2022).

Huda lantas mengkritik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknonologi (Kemendikbudristek). Menurutnya, perlu ada kebijakan untuk mengatasi fenomena tawuran antar pelajar.


Pelajar Tendang Nenek di Tapanuli Diancam Pidana Ringan, Polisi Beberkan Alasannya

Ia menyarankan strategi pengawasan yang sifatnya pencegahan terhadap perilaku anak sehingga tidak melakukan perbuatan yang menyimpang. Begitu juga dengan sanksi yang diberikan kepada pelajar yang menyimpang agar diberlakukan secara tegas.

"Saya setuju ditegakkan semaksimal betul punishment bagi pelajar yang terus melakukan tindak kekerasan ini. punishment ini saya mendorong 2 hal, pertama ditegakkan semaksimalnya hukum positif kita, kedua ditegakkan pula hukum sosial," ungkapnya.

Ia juga mendorong Kemendikbudristek membatasi penggunaan gadget dalam proses belajar. Ia menyebut tawuran antar pelajar merupakan akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol.

"Kita nggak bisa bayangkan di kampung-kampung juga banyak tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelajar kita. Artinya kok saya merasa ada semacam efek dari media sosial kita, informasi teknologi kita yang begitu saja, begitu mudahnya pelajar kita bisa mengakses melihat dan akhirnya ditiru," jelas dia.

"Karena itu saya setuju pembatasan penggunaan gadget untuk pelajar, ini sudah perlu dilakukan. Pemerintah mengambil kebijakan pembatasan terkait dengan penggunaan handphone, internet bagi pelajar, terutama pada kontes pembatasan jam," lanjutnya.

Muncul Isu Duet Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo, PKB: Cak Imin Juga Kaget

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati