•  

logo


Kosovo-Serbia Sepakat Hindari Eskalasi Konflik

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengatakan bahwa kedua negara kini berkonsentrasi pada upaya normalisasi hubungan bilateral

24 November 2022 11:55 WIB

Presiden Serbia Aleksandr Vucic dan Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti
Presiden Serbia Aleksandr Vucic dan Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell Rabu (23/11) malam mengumumkan bahwa Serbia dan Kosovo telah mencapai kesepakatan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut atas perselisihan terkait kebijakan perubahan pelat nomor mobil yang diberlakukan oleh Kosovo.

"Kami memiliki kesepakatan! Sangat senang untuk mengumumkan bahwa Kepala Negosiator Kosovo dan Serbia di bawah fasilitasi UE telah menyetujui langkah-langkah untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dan untuk sepenuhnya berkonsentrasi pada proposal normalisasi hubungan mereka," kata Borrell di Twitter.

Pada Senin awal pekan ini, Serbia dan Kosovo gagal mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan sengketa plat nomor setelah kedua pemimpin bertemu dan menggelar pembahasan mengenai masalah itu di Brussel.


Erdogan Tegaskan Serangan Udara Turki di Suriah dan Irak Baru Permulaan

Menurut Borrell, Serbia akan berhenti mengeluarkan pelat nomor berinisial kota Kosovo sementara Kosovo akan menghentikan tindakan lebih lanjut terkait pendaftaran ulang kendaraan.

"Saya akan mengundang para pihak dalam beberapa hari mendatang untuk membahas langkah selanjutnya," tambahnya.

Ketegangan antara Serbia dan Kosovo meningkat sejak etnis Serbia di Kosovo menarik diri dari semua lembaga pusat dan daerah sebagai protes atas keputusan Pristina untuk mengganti pelat nomor mobil lama yang dikeluarkan oleh otoritas Serbia dengan pelat nomor baru yang dikeluarkan oleh Kosovo.

Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia pada tahun 2008. Kemerdekaan itu mendapatkan pengakuan dari sebagian besar negara anggota PBB, termasuk AS, Inggris, Prancis, Jerman, dan Turki.

Meski demikian, Serbia hingga kini masih menganggap Kosovo sebagai wilayahnya.

Turki Yakin Jika Konflik Ukraina-Rusia Bakal Berakhir di Meja Perundingan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia