logo


KJA Modern Tingkatkan Potensi Marikultur, Seperti Apa?

Ketahanan KJA harus tinggi baik dari sisi bahan dan juga ketahanan terhadap ombak

15 Juni 2015 12:11 WIB

Saat ini industri perikanan tangkap global sedang mengalami overfishing. (Ist)
Saat ini industri perikanan tangkap global sedang mengalami overfishing. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Saat ini industri perikanan tangkap global sedang mengalami overfishing. Menurunnya populasi ikan di laut menyebabkan nelayan harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan hasil yang lebih sedikit.

Hal tersebut menyebabkan banyak nelayan gulung tikar dan produksi ikan hasil tangkap gloal mengalami penurunan sejak tahun 1990 hingga sekarang. Bersamaan dengan itu, hasil produksi perikanan budidaya justru mengalami peningkatan pesat sejak tahun 1990. 

Tren perikanan budidaya akan terus meningkat di masa mendatang. Tren ini tentu menjadi berita gembira bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Indonesia memilki lebih dari 95 ribu km garis pantai dan 17 ribu pulau. Potensi perikanan budidaya di Indonesia sangatlah besar jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Hanya saja, pemanfaatan potensi perikanan budidayanya masih tergolong rendah, baru 2 persen dari potensi pesisirnya saja. 


Tiga Langkah Strategis dalam Inovasi Budidaya Perikanan

Untuk memanfaatkan potensi tersebut, diperlukan industrialisasi perikanan budidaya yang didukung penuh oleh pemerintah Indonesia. Kondisi perairan laut Indonesia yang berombak menuntut keramba jaring apung modern yang tahan akan ombak laut lepas. Pemilihan keramba jaring apung dilihat dari sisi ketahanannya. 

“Ketahanan keramba jaring apung harus tinggi baik dari sisi bahan dan juga ketahanan terhadap ombak, sehingga tidak ada masalah sampai proses panen dan bertahan hingga lebih dari 20 tahun,” ungkap Budiprawira, Direktur pabrikan KJA modern seperti yang dikutip Akuakultur.

Saat ini, Budi Prawira tak henti melakukan inovasi KJA produksinya yang bermerek AquaTec bersama dengan anaknya, Andi Jayaprawira. Produk-produk AquaTec sendiri memiliki ketahanan terhadap ombak yang tinggi sehingga cocok untuk dipakai di laut lepas (offshore). Seluruh produk AquaTec terbuat dari Prime Grade Polyethylene (PE) yang ramah lingkungan dan tahan lama.

Selain itu, AquaTec memiliki sistem Completely Knock Down (dapat dipasang dan dibongkar kembali dengan mudah) sehingga dapat meminimalisasi biaya transportasi menuju daerah-daerah di Indonesia. Sistem tersebut telah dipatenkan dan telah menerima Penghargaan Juara 1 dalam “Hari HKI Sedunia ke-10 tahun 2010″. 

“Selain daya tahan mur dan baut ini dijamin, sistem penyambungan ini lebih praktis, sehingga si pemilik KJA dapat dengan mudah membongkar pasang KJA sesuai kebutuhan tanpa harus mendatangkan teknisi khusus,” kata Budi.

Hingga saat ini, KJA AquaTec telah terpasang sebanyak lebih dari 10.000 petak di berbagai daerah di Indonesia dan telah diekspor ke Singapura dan Ghana.

(berbagai sumber)

Bulan Mutu, Susi Pudjiastuti Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Daya Kelautan

Halaman: 
Penulis : Aditya Wardhana, Riana
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex