logo


Tak Hanya PA 212, Budi Dalton Bakal Dipolisikan Kelompok Ini, Sule juga Bisa Kena

Kelompok atas nama Ampera menilai Budi, Sule, dan Saswi sama-sama menistakan agama.

22 November 2022 20:48 WIB

Budi Dalton
Budi Dalton Instagram

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pecinta Rasulullah (Ampera) akan melaporkan tiga komedian Budi Dalton, Sule, dan Mang Saswi atas dugaan penistaan agama dan Nabi Muhammad SAW.

“Kita laporkan ketiganya besok ke Polda Metro Jaya besok, Rabu 23 November 2022,” ujar Ketua Ampera, Syahrul Rizal kepada wartawan, Selasa (22/11).

Syahrul menilai ulah ketiga orang itu mengandung unsur kesengajaan untuk mengolok-olok Nabi Muhammad SAW.


Atta Halilintar Terjebak di Lantai 66 Hotel saat Gempa, Begini Kondisinya

“Komedian Sule, Mang Saswi, dan Budi Dalton diduga dengan sengaja dan bersama-sama menista Nabi Muhammad dan agama Islam dengan kalimat miras,” jelasnya.

Budi, Sule, dan Saswi disangkakan dengan Pasal berlapis, yakni Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 1 Tahun 1946, Pasal 156 dan/atau 156A KUHP, dan Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Bila terlaksana, ini jadi pelaporan kedua bagi Budi dalam kasus yang sama. Sebelumnya, PA 212 telah melaporkan Budi ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama dalam konten YouTube.

Plt Wakil Ketua Umum PA 212 Novel Bamukmin menganggap Budi Dalton menistakan agama karena menyebut miras sebagai minuman Rasulullah. Sedangkan Sule dan Saswi, juga berpotensi dijerat lantaran menertawakan ujaran Budi.

"Budi Dalton patut diduga melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dengan menyatakan MIRAS, Minuman Rasulullah dalam akun YouTube miliknya (Budi Dalton Channel) dalam acara “NGOBAT” di mana acara tersebut diikuti oleh komedian Sule dan Mang Saswi yang ikut tertawa," kata Novel.

Terkait video yang disorot, Budi Dalton memastikan konten itu diproduksi tiga tahun lalu. Ia meminta maaf kepada masyarakat, terutama kaum muslim, jika ucapannya menyakitkan hati.

"Bagi yang pernah menonton potongan film itu sekali lagi saya minta maaf, video itu saya buat kurang lebih 3 tahun lalu dan saat itu saya sudah membuat beberapa klarifikasi," terang Budi.

"Apa yang saya ucapkan di situ tidak seperti apa yang kita tonton. Saya di bidang sastra saya ingin menghilangkan dogma dengan narasi negatif menjadi positif hanya saja dalam contohnya saya kurang tepat," sambungnya.

Adik Hilang usai Gempa Cianjur, Dinar Candy: Temukan dengan Selamat Ya Allah...

Halaman: 
Penulis : Iskandar