logo


Tertarik Tanam Jambu Dalhari Dalam Pot? Ini Petunjuknya!

Pengurangan jumlah daun dapat memicu pertumbuhan bunga sehingga tabulampot berbuah lebat

15 Juni 2015 11:19 WIB

Jambu dalhari. (Ist)
Jambu dalhari. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM –  Siapa yang tak menyenangi buah jambu air? Daging yang kenyal dan manis akan meninggalkan kesan segar di tenggorokan kita. Salah satu jenis jambu air lokal unggulan datang dari sudut kota DIY, tepatnya di Sleman. Mengacu dari nama orang yang pertama kali mengembangkannya, jambu air ini dikenal dengan sebutan jambu air dalhari. 

Nah, saat ini, menanam jambu tak terkecuali jambu dalhari ini tak hanya bisa dilakukan di kebun lho! Dengan lahan terbatas pun Anda bisa mengembangkannya di dalam pot, alias tabulampot. 

Adapun yang harus diperhatikan ketika hendak memulai pembibitan jambu air dalam pot adalah menyiapkan media tanam dengan benar. Media tanam yang bisa Anda gunakan bisa berupa campuran tanah, kompos, dan kotoran kambing dengan perbandingan 1:2:1. Ingat, media tanam harus porous. Sebagai sumber nutrisi, Anda pun bisa menambahkan pupuk kompos. 


Jurus Jitu Menanam Cabai dalam Polybag

Tahapan selanjutnya adalah menyiapkan pot, tutupi semua lubang drainase di bagian bawah dengan menggunakan pecahan eternit bangunan yang berukuran 3-4 kali lebih besar dari ukuran lubang pot. Taburkan sekam segar, sekam bakar, atau campuran keduanya setebal 2-3 cm di bagian dasar pot, yang berfungsi sebagai alas media tanam sekaligus penyaring air siraman yang terlalu banyak. 

Masukkan media tanam yang telah dibuat sebelumnya, dengan volume atau ketinggian media tanam yang disesuaikan dengan ukuran bibit yang ingin ditanam. Ratakan media tanam dan tekan-tekan permukaannya ke arah bawah agar media tanam menjadi sedikit lebih padat/kompak dan tidak menurun permukaannya beberapa waktu kemudian akibat penyiraman. Siapkan pula bibit yang hendak ditanam di dalam pot. 

Robek plastik polybag yang membungkus bibit, lalu buang media tanam lama yang terlihat tidak terikat oleh volume akar. Jika diperlukan, potong akar yang tumbuh tidak beraturan dan rapikan kembali media tanamnya sebelum bibit dimasukkan ke dalam pot.

Masukkan bibit ke dalam pot, atur letaknya agar seimbang dan proporsional dari segala arah, lalu masukkan sisa media tanam sambil ditekan-tekan pada semua sisi agar bibit terjepit dengan baik dan berdiri tegak dengan sempurna, tidak miring ke kiri maupun ke kanan. 

Tinggi maksimum media tanam yang disarankan adalah 5 cm dari permukaan pot dan tinggi permukaan tersebut akan menurun seiring dengan jalannya waktu karena semua pupuk kandang yang digunakan akan habis terurai, demikian pula volume sekam akan menyusut akibat proses pelapukan. Tabulampot siap untuk diletakkan di tempat yang mendapat penyinaran penuh oleh sinar matahari, setidaknya selama 10 jam per hari, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan berkembang dengan sempurna.

Penyiraman cukup ketika media tanam mulai kering. Penyiraman lebih sering ketika tanaman mulai memunculkan tunas bunga. Bila kekurangan air, bunga berisiko rontok.

Pada saat buah berukuran pentil mulailah menyeleksi buah untuk mendapatkan buah berukuran besar. Buah dibungkus menggunakan plastik transparan untuk mencegah serangan lalat buah. Saat buah seukuran kancing, kurangi penyiraman dari sekali sehari menjadi 2 hari sekali. 

Saat pembesaran buah sekitar 3 sampai 4 minggu sebelum panen, intensitas penyiraman kembali ditingkatkan. Pada kondisi itu kebutuhan air meningkat. Jika sampai kekurangan air dapat menyebabkan ukuran buah kecil atau rontok.

Perangsangan bunga bisa juga dengan cara mengurangi penyiraman atau melakukan stres air. Penghentian penyiraman paling lama dilakukan selama 14 hari. Namun, pastikan saat perlakuan itu tanaman betul-betul sehat. Perlu diingat, pengurangan jumlah daun dapat memicu pertumbuhan bunga sehingga tabulampot jambu air berbuah lebat.

Nah, selamat menanam jambu ya!

(berbagai sumber) 

Baca juga Tak Hanya Berukuran Jumbo, Jambu Air Ini Punya Keistimewaan Lain. Penasaran?

Cek! Ini Jurus Jitu Membuat Pestisida Nabati dari Bawang Putih

Halaman: 
Penulis : Riana