logo


Numero Uno! Cabai Hibrida CH3, Klik Yaa...

Varietas ini merupakan buah karya Institut Pertanian Bogor

12 Juni 2015 17:22 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Cabai dikenal memiliki cita rasa pedas yang mencetarkan lidah. Meski demikian, ada keluhan bahwa cita rasa pedas hanya dihasilkan oleh cabai berukuran kecil, sedangkan cabai dengan ukuran besar rasanya kurang pedas. Namun tak perlu khawatir, sebab permasalahan tersebut kini bisa teratasi dengan lahirnya varietas cabai hibrida CH3 karya Institut Pertanian Bogor. Numero uno

Menariknya lagi, Cabai hibrida CH3 ini memiliki kadar capsaicin sebesar 377,66 ppm. Selain itu, cabai ini dinilai memiliki tingkat kepedasan yang tinggi. Bahkan berdasarkan standar SNI, cabai ini memiliki bobot, panjang, dan diameter kualitas wahid.

Untuk lokasi tanamnya pun varietas cabai ini sangat adaptif dengan lingkungan optimum, sehingga cocok dibudidayakan di Indonesia. Ini karena Hibrida CH3 merupakan hasil persilangan dari genotipe lokal cabai Indonesia. Selain masa panennya yang relatif lebih cepat dibanding cabai jenis lain, produktivitas cabai varietas ini juga tergolong tinggi yakni 1,11 Kg per tanaman.


Inovasi Jitu Flatbread untuk Ibu Hamil Karya Mahasiswa IPB

Melihat berbagai keunggulan yang ditawarkannya, tak heran jika cabai hibrida CH3 berpotensi digunakan pada industri makanan yang menggunakan bahan baku cabai. Selain itu, cabai ini juga bisa diaplikasikan pada perusahaan penyedia bibit unggul. Dan tentunya, petani lokal yang ingin meningkatkan hasil panennya juga dapat menggunakan cabai ini. Adapun pengagas varietas cabai ini adalah Dr. Muhammad Syukur, SP, MSi., Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi., dan Prof. Dr. Ir. Sriani Sujiprihati, MS.

Kartel Cabai Masih Bermain di Pasar

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro