•  

logo


Kerusuhan Iran Hasil Operasi Intelijen Barat?

Rusia menyebut aksi protes dan kerusuhan yang terjadi di Iran selama berminggu-minggu diorganisir oleh sejumlah badan intelijen negara barat

9 November 2022 21:21 WIB

Aksi protes di Iran
Aksi protes di Iran yahoo

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekertaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev pada Rabu (9/11) mengatakan bahwa badan intelijen negara-negara Barat sudah memainkan peran kunci dalam mengorganisir aksi kerusuhan massal yang belakangan ini melanda Iran. Ia juga menuduh intelijen barat menyebarkan disinformasi lebih lanjut tentang situasi di negara itu.

“Kami mencatat peran kunci dari badan intelijen Barat dalam mengorganisir kerusuhan massal di Iran dan penyebaran informasi yang salah tentang situasi di negara itu melalui media Barat berbahasa Persia yang dikendalikan oleh mereka. Kami menganggap ini sebagai campur tangan terang-terangan dalam urusan internal Iran, yang merupakan negara berdaulat," kata Patrushev pada pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Ali Shamkhani di Teheran, seperti dikutip oleh surat kabar Rossiyskaya Gazeta.

Pada 16 September 2022, serangkaian aksi protes terhadap rezim politik Iran terjadi di sejumlah kota di negara itu. Kerusuhan dipicu oleh laporan kematian Mahsa Amini, perempuan 22 tahun, yang ditangkap oleh polisi moral Iran karena mengenakan jilbab secara tidak pantas.


Bersiap Hadapi Invasi China, Presiden Taiwan: Ini Bisa Terjadi

Amini ditahan oleh polisi moral Iran di Teheran pada 13 September 2022 karena mengenakan jilbab yang "tidak pantas", sebuah pelanggaran yang dapat dijatuhi hukuman penjara.

Wanita itu kemudian dikirim ke salah satu pusat FARAJA milik departemen kepolisian dan intelijen militer untuk dimintai keterangan. Selanjutnya, Amini dikabarkan mengalami serangan jantung, setelah itu dia langsung dibawa ke rumah sakit tempat wanita muda itu meninggal pada 16 September.

Sementara itu, pemerintah Iran mengatakan bahwa kerusuhan massal yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu itu direncanakan oleh beberapa pemerintah negara Barat. Kementerian Luar Negeri Iran bahkan memanggil duta besar Inggris, Norwegia, dan Perancis di Iran pada akhir September 2022. Para diplomat Eropa tersebut diberi nota protes sehubungan dengan laporan media anti-Iran dan seruan untuk menggulingkan pemerintah Iran.

AS Sebut Kerjasama Energi India-AS Tidak Bertentangan dengan Sanksi Barat

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia