•  

logo


Salat Gerhana Bulan Sangat Dianjurkan bagi Umat Islam, Simak Tata Caranya

Gerhana bulan total bakal terjadi pada Selasa, 8 November 2022.

7 November 2022 20:34 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Gerhana Bulan Total bakal terjadi pada Selasa, 8 November 2022. Ini merupakan suatu fenomena ketika bumi berada di antara matahari dan bulan, satu garis lurus.

Diketahui Rasulullah sangat menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan salat gerhana. Hukum salat gerhana adalah Sunah Muakad.

Dikutip dari laman resmi Kemenag RI, anjuran melaksanakan salat gerhana bulan dijelaskan dalam hadis yang artinya sebagai berikut:


Manusia Paling Kotor di Dunia Akhirnya Meninggal di Usia 94 Tahun

"Telah menceritakan kepada kami, Abu Al Walid berkata, telah menceritakan kepada kami, Zaidah berkata, telah menceritakan kepada kami, Ziyad bin 'Ilaqah, dia berkata: "Aku mendengar Al-Mughirah bin Syu'bah berkata, 'Telah terjadi gerhana matahari ketika wafatnya Ibrahim'. Kemudian Rasulullah Saw bersabda, 'Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan ia tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka berdoalah kepada Allah dan dirikan sholat hingga (matahari) kembali tampak'." (H.R. Al-Bukhari).

Adapun salat gerhana bulan memiliki ketentuan khusus karena berbeda dengan pelaksanaan salat wajib. Berikut tata caranya:

- Berniat di dalam hati

- Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana salat pada umumnya.

- Membaca doa iftitah dan berta'awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: "Nabi Saw. menjaharkan (mengeraskan) bacaannya ketika shalat gerhana."(HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

- Rukuk sambil memanjangkan bacaannya

- Bangkit dari rukuk (i'tidal) sambil mengucapkan 'Sami'allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd'

- Setelah i'tidal tidak langsung sujud, melainkan dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang, berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama

- Rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya

- Bangkit dari rukuk (i'tidal)

- Sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kembali

- Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua. Rakaat kedua ini dilaksanakan sebagaimana rakaat pertama, hanya saja bacaan dan gerakannya lebih singkat dari sebelumnya

- Salam

Heboh Video Syur Kebaya Merah, Begini Hukum Menonton Film Dewasa Menurut Islam

Halaman: 
Penulis : Iskandar