•  

logo


Lestarikan Wayang Melalui Dalang Milenial, Kemenko PMK: Banyak Sekali Terkandung Nilai Etos Kerja

Dengan pagelaran wayang, masyarakat terutama generasi muda diharapkan dapat lebih mengenal, merasa memiliki dan mencintai kebudayaan tradisional Indonesia.

5 November 2022 09:06 WIB

Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Pagelaran Wayang Dalang Milenial di Kantor Kemenko PMK, Jum’at (4/11).
Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Pagelaran Wayang Dalang Milenial di Kantor Kemenko PMK, Jum’at (4/11). Humas Kemenko PMK

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan wayang kepada generasi milenial, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar Pagelaran Wayang Dalang Milenial di Kantor Kemenko PMK, Jum’at (4/11).

Pagelaran tersebut juga dilangsungkan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Menyambut Hari Pahlawan, dan sekaligus Hari Wayang Nasional.

“Kami ingin wayang menjadi salah satu budaya bangsa yang disadari dan diketahui oleh para anak muda,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi saat memberi sambutan sekaligus membuka Pagelaran Wayang di Kemenko PMK.


Di Hadapan 600 Rektor, Menko PMK Ajak Kampus Ikut Bantu Pemerintah Hadapi Ancaman Krisis

Lanjutnya, sebagai bagian dari kementerian yang membidangi kebudayaan, Didik menilai pagelaran wayang memiliki relevansi dengan revolusi mental.

“Kalau kita kaitkan dengan Revolusi Mental, banyak sekali di dalamnya terkandung nilai etos kerja, gotong royong dan integritas,” jelasnya.

Dengan pagelaran wayang ini diharapkan masyarakat, terutama generasi muda dapat lebih mengenal, merasa memiliki dan mencintai kebudayaan tradisional Indonesia.

Lebih jauh lagi Didik berharap, semoga filosofi-filosofi dalam cerita wayang, terutama terkait dengan karakter integritas, bekerja keras dan semangat gotong-royong dapat tersebar luas karena pagelaran ini juga disiarkan secara live oleh TVRI Stasiun Jakarta, dan direlay ke Stasiun TVRI di pulau Jawa, Bali dan NTB.

“Terakhir, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu terselenggaranya Pagelaran Wayang Dalamg Milenial ini, terutama dari Universitas Indraprasta,” tutupnya.

Adapun dalam Pagelaran Wayang Dalang Milenial menghadirkan dua dalang milenial yang menyajikan dua lakonan wayang.

Pertama, Ki Danesworo Rafi Ramadhan, siswa SMP IT Miftahul Ulum Cinere Depok yang melakonkan Babad Wanamarta. Dalam lakon tersebut mengisahkan riwayat berdirinya negara Amarta oleh Pandawa Lima yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa.

Kedua, Ki Herjuno Pramariza Fadlansyah, siswa SMAN 6 Depok yang melakonkan Dewa Ruci. Lakon tersebut mengisahkan kebijaksanaan seorang guru terhadap para murid-muridnya tanpa membeda-bedakan satu dengan lainnya.

Pagelaran Wayang Dalang Milenial turut dihadiri oleh Sekretaris Deputi Bidkoor Kamtibmas Kemenko Polhukam Brigjen Pol Hadi Gunawan, Rektor Universitas Indraprasta PGRI Jakarta Prof. Dr. Sumaryoto, Kepala Stasiun TVRI Jakarta Erwin Hendarwin, dan para tamu undangan

Cek Pengujian Obat Terkait Gagal Ginjal Akut, Menko PMK: Langkah BPOM Tepat untuk Pastikan Siapa yang Bersalah

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati