•  

logo


Ketua KPK Ikut dalam Pemeriksaan Lukas Enembe, ICW: Semacam Lelucon di Mata Masyarakat

Kurnia mengatakan bahwa pemeriksaan cukup dihadiri oleh penyidik dan dokter

4 November 2022 10:41 WIB

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) menanggapi soal Ketua KPK, Firli Bahuri yang ikut dalam pemeriksaan Gubernur Papua Lukas Enembe. Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, mengatakan bahwa pemeriksaan cukup dihadiri oleh penyidik dan dokter.

"Sebab, kegiatan itu cukup dihadiri oleh Penyidik dan perwakilan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) saja," kata Kurnia dalam keterangannya, Jumat (4/11).

Kurnia kemudian menyinggung Pasal 21 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2019 mengenai status Pimpinan KPK bukan lagi penyidik atau pun penuntut. Menurutnya, kehadiran Firli di kediaman Lukas semacam lelucon.


Kritik Firli Bahuri Datangi Lukas Enembe, Mantan Penyidik KPK: Bisa Dipersepsikan Ada Keistimewaan

"Jadi, kehadiran dirinya di kediaman Lukas, terlebih sampai berjabat tangan semacam itu lebih semacam lelucon yang mengundang tawa di mata masyarakat," ujarnya.

Kurnia mengatakan bahwa kehadiran Firli tidak dibutuhkan dalam proses pemeriksaan Lukas. Menurutnya, Dewan Pengawas KPK seharusnya melarang.

"Namun melihat konstruksi kejadiannya, kehadiran Firli tidak dibutuhkan dalam proses pemeriksaan Lukas. Jadi, Dewan Pengawas seharusnya melarang, bukan malah membiarkan peristiwa itu terjadi," ucap Kurnia.

15 Menit, Firli Bahuri dan Lukas Enembe Ngobrol Soal Ini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata