logo


Peran Media dan Big Data dalam Pembangunan Ekonomi dan Pariwisata

Pemanfaatan analisis Big Data dan Artificial Intelligent akan membantu pemerintah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang potensi pariwisata

1 November 2022 17:51 WIB

Yasmi Nur Hajizah
Yasmi Nur Hajizah Istimewa

Oleh Yasmin Nur

Mahasiswi Pascasarjana Universitas Pertahanan

JAKARTA, JITUNEWS.COM -- Berbagai sektor industri dalam negeri terdampak oleh pandemik Covid-19 termasuk pariwisata yang mengalami penurunan drastis.


Adjeng Ratna Suminar, Sosok Perempuan dan Politisi Tangguh

Tekanan itu terlihat dari data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menunjukkan bahwa per Agustus 2020, penurunan kunjungan wisatawan asing mencapai 89,22 persen.


Dengan berkurangnya kunjungan wisatawan tersebut maka akan berpengaruh kepada aspek lainnya seperti UMKM.


Pemanfaatan analisis Big Data dan Artificial Intelligent akan membantu pemerintah untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang potensi pariwisata, pemetaan situasi, dan strategi komunikasi yang akan digunakan untuk penyusunan strategi pemasaran yang lebih efektif hingga pengambilan kebijakan strategis di daerah.


Berdasarkan hasil survei APJII pada tahun 2020, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 197 juta orang, dengan kontribusi penetrasi internet terbesar adalah Jawa (56,4 persen) dan Sumatera (22,1 persen).


Sementara itu, Maluku dan Papua menjadi motor utama pertumbuhan internet di Indonesia bagian Timur (5,6 persen).


Media promosi saat ini berkembang semakin luas dengan berkembangnya New Media Marketing berbasis internet yang dinilai lebih efisien dan efektif dalam menjangkau segmen pasar yang lebih luas.


Dengan strategi media sosial yang tepat, eksekusi strategi yang baik, partisipasi stakeholder dan kolaborasi pelaku industri pariwisata di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan awareness saat melakukan kegiatan wisata dengan menerapkan protokol CHSE (Clealiness, Health, Safety, and Environmental Sutainablity) di setiap destinasi wisata prioritas, sehingga jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan para relawan dan pegiat penanganan Covid-19 di Indonesia seperti KawalCovid-19 dan PandemicTalks, jumlah kasus Covid-19 selalu mengalami kenaikan sebesar 40 persen usai libur panjang.


Hal ini tentu akan berdampak kepada sektor pariwisata dan ekonomi, serta menjadi tantangan baru. Karena itu perlu peran media dan strategi komunikasi kebijakan yang memprioritaskan protokol CHSE yang telah ditetapkan oleh pemerintah di destinasi-destinasi wisata melalui media sosial.


Tantangan industri pariwisata lainnya adalah deteksi dini secara cepat terhadap potensi penyebaran kasus Covid-19 yang riil di lapangan, yang kemudian dapat dijadikan sebagai sebuah strategi action untuk memulihkan kepercayaan publik khususnya risiko tertular Covid-19 selama masa libur.


Upaya  pemulihan  pariwisata diartikan  sebagai rebranding pariwisata yang diharapkan mampu memberikan keyakinan kepada publik. Dengan begitu pariwisata dan ekonomi dapat bangkit kembali dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Mengukur Jurkam Seleb Cagub DKI, Koalisi Mana Lebih Kuat?

Halaman: 
Penulis : S. Nugroho, S. Nugroho