logo


Menyulap Bandotan Jadi Pestisida Nabati, Gimana Caranya?

Daun bandotan berfungsi sebagai penolak (repellent) dan penghambat perkembangan serangga.

12 Juni 2015 14:42 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM – Bandotan, tumbuhan ini menyebar luas di seluruh wilayah tropika, bahkan hingga subtropika. Ia didatangkan ke Jawa sebelum 1860, dan kini ia telah menyebar luas di Indonesia. 

Di Amerika Selatan, tumbuhan ini justru dibudidayakan dan menurut catatan sejarah, bandotan memang didatangkan dari Meksiko.

Bandotan sering ditemukan sebagai tumbuhan pengganggu di sawah-sawah yang mengering, ladang, pekarangan, tepi jalan, tanggul, tepi air, dan wilayah bersemak belukar. Ditemukan hingga ketinggian 3.000 m, terna ini berbunga sepanjang tahun dan dapat menghasilkan hingga 40.000 biji per individu tumbuhan. 


Bali Bakal Menggelar Festival Manggis, Catat Tanggal Mainnya Ya!

Tanaman ini tumbuh mulai dari 1 sampai 2100 m dpl dan dapat tumbuh di sawah-sawah, ladang, semak belukar, halaman kebun, tepi jalan, tanggul, dan tepi air. 

Tanaman yang populer dengan nama babandotan ini mengandung saponin, flavanoid, polifenol, kumarine, eugenol  5%, HCN dan minyak atsiri. 

Bagian tanaman yang digunakan sebagai pestisida adalah daun yang berfungsi sebagai penolak (repellent), dan penghambat perkembangan serangga.

Nah, bagi Anda yang tertarik menjaidkan babandotan sebagai pestisida nabati, berikut JITUNEWS uraikan cara pembuatannya :

Bahan dan alat :

  • ½ kg daun babadotan
  • 1 liter air
  • 1 gram deterjen

Cara pembuatan :

  • Daun babadotan dirajang
  • Hasil rajangan kemudian direndam dalam 1 liter air, kemudian dibiarkan selama 24 jam
  • Hasil rendaman kemudian disaring
  • Kemudian ditambahkan deterjen, lalu diaduk hingga rata

Cara penggunaan :

  • Aplikasikan penyemprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi dan sore hari.

Semoga bermanfaat ya!

(berbagai sumber)

Ini Penyebab Sayuran Organik Berbentuk ‘Tak Sempurna’

Halaman: 
Penulis : Agung Rahmadsyah, Riana