•  

logo


Soal Tragedi Kanjuruhan: Anggota Komisi X DPR DPR Ajak Masyarakat Move On, Tidak Saling Menjatuhkan

Masyarakat diminta percaya dan mendukung upaya pembenahan yang tengah dilakukan

24 Oktober 2022 16:08 WIB

Anggota Komisi X DPR RI, Moh. Haerul Amri  meminta masyarakat untuk tidak saling menyalahkan dan harus mendukung langkah PSSI,AFC bersama FIFA membenahi persepakbolaan nasional
Anggota Komisi X DPR RI, Moh. Haerul Amri meminta masyarakat untuk tidak saling menyalahkan dan harus mendukung langkah PSSI,AFC bersama FIFA membenahi persepakbolaan nasional Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -- Anggota Komisi X DPR RI, Moh. Haerul Amri mendukung pembenahan terhadap persepakbolaan nasional, pasca kejadian Tragedi Kanjuruhan yang membuat 134 nyawa melayang.

Haerul yang merupakan Anggota DPR dari Fraksi Fraksi NasDem itu mengatakan, semangat pembenahan harus digaungkan oleh seluruh pihak yang berkepentingan, termasuk juga dukungan dari suporter.

Namun demikian kata Haerul, memaksakan untuk meminta mundur para pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), termasuk menuntut adanya Kongres Luar Biasa (KLB), bukanlah solusi permanen yang diharapkan.


Peluang Ekspor Akar Gingseng Jepang (Gobo) Terbuka Lebar

Menurut Haerul, memaksa mundur pengurus SPPI ataupun memaksakan KLB, hanya akan menimbulkan permasalahan baru serta melanjutkan tradisi jatuh menjatuhkan yang justru tidak baik.

"Amanat Presiden untuk Transformasi Sepakbola Nasional harus menjadi perhatian bersama, dan tanggung jawab bersama. Karena itu mari kita fokus pada evaluasi dan pembenahan tata kelola sepakbola kita," ujar Haerul di Jakarta, Senin 24 Oktober 2022.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari Kemenpora, PSSI, Klub, hingga suporter sepakbola nasional, tidak perlu melakukan hal-hal yang justru akan semakin memperburuk citra persepakbolaan nasional.

"Di tengah musibah yang menimpa para korban di Kanjuruhan, mari bersama tingkatkan empati dan kepedulian kita. Sudahi saling menyalahkan dan melempar tanggung jawab," tegasnya.

Namun demikian, ia juga mengapresiasi upaya berbagai pihak termasuk pemerintah melalui Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan FIFA sehingga Indonesia tidak mendapatkan sanksi.

Tak hanya itu, Haerul juga mengapresiasi respon cepat FIFA yang telah mengirimkan delegasinya ke Indonesia, untuk membantu mereformasi persepakbolaan nasional.

Upaya-upaya inilah menurutnya yang harus didukung dengan penuh kesadaran oleh seluruh pihak yang terlibat di dalamnya. Ia berharap, persepakbolaan nasional bisa segera bangkit dan menunjukkan prestasinya.

"Kita harus move on, dan Liga harus jalan. Kita dukung Ketua Umum PSSI bersama FIFA dan AFC benahi sepakbola kita. At least berikan lah kesempatan ketum PSSI pimpin sampai Piala Dunia U 20 tahun depan, ini lebih elegan. Karena tradisi memberhentikan pemimpin di tengah jalan itu budaya yang tak sehat dan bukan solusi yang permanen," tuturnya.

Ia juga mengajak agar seluruh pihak bergotong royong demi kemajuan persepakbolaan nasional. Tidak ada sepakbola yang seharga nyawa manusia, demikian katanya.

"Mari kita kirim doa untuk para pejuang sepakbola yang gugur di stadion Kanjuruhan," pungkasnya.

Melon Granat, Primadona Baru Buah Melon?

Halaman: 
Penulis : S. Nugroho, Nugroho Sis Gunarto