logo


Ini Harapan Dunia untuk Dirjen FAO Terpilih

Dr. Graziano da Silva asal Brazil terpilih kembali menjadi Dirjen FAO untuk periode 2015-2018

11 Juni 2015 10:58 WIB

Dirjen FAO terpilih untuk periode 2015-2018, Dr. Graziano da Silva. (Ist)
Dirjen FAO terpilih untuk periode 2015-2018, Dr. Graziano da Silva. (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pada sidang konferensi Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) ke-39, Dr. Graziano da Silva asal Brazil terpilih kembali menjadi Dirjen FAO untuk periode 2015-2018. Pertemuan ini telah digelar sejak 6-13 Juni 2015 di Roma, Italia. Dengan terpilihnya Dr. Graziano da Silva sebagai Dirjen FAO, semua negara anggota berharap FAO lebih mengutamakan program-program yang berdampak langsung pada pengentasan kemiskinan dan kelaparan. 

Pertemuan yang diselenggarakan setiap dua tahun ini, dihadiri oleh 15 Kepala Negara dan Pemerintahan, serta perwakilan dari 194 negara anggota FAO. Sedangkan delegasi Indonesia untuk pertemuan ini diketuai oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono.

Pada momen Konferensi FAO ke-39, telah diselenggarakan penganugerahan penghargaan kepada negara anggota yang telah berhasil mencapai target pertama MDG's, yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan. Dari 71 negara anggota yang mendapatkan penghargaan tersebut, Indonesia termasuk pula di dalamnya. Sebelumnya Indonesia juga pernah mendapatkan penghargaan yang sama pada tahun 1996 atas pencapaiannya dalam swasembada pangan.

"Pencapaian pemerintah dalam mengurangi jumlah penduduk miskin dari 23.4% pada tahun 1999 menjadi 11.4% di tahun 2013," papar Hari, Ketua Delegasi Indonesia (Delri), dalam intervensinya yang disampaikan pada sesi Review of the State of Food and Agriculture, dengan bahasan "Breaking the Cycle of Rural Roverty and Hunger by Strengthening Rural Resilience: Social Protection and Sustainable Agricultural Development". 

Keberhasilan tersebut telah diakui oleh FAO dan Program Pangan Dunia (WFP) yang ditandai dengan penyerahan penghargaan atas target pertama MDG's pada konferensi FAO ke-38 pada 2013 lalu. 


Pengamat Ragukan Efektivitas Pemanfaatan Kartu Tani

"Indonesia menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam meningkatkan investasi pertanian sebagai upaya untuk memutus siklus kemiskinan dan kelaparan di pedesaan. Caranya antara lain, memperkuat kemandirian pedesaan melalui pembangunan pertanian berkelanjutan dan perlindungan sosial," kata Hari dalam rilis pers Kementerian Pertanian yang diterima jitunews, Kamis (11/6).

Adapun beberapa kebijakan dan program pemerintah Indonesia dalam mengembangkan produksi dan produktivitas pertanian berkelanjutan diantaranya, Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Desa Mandiri Pangan (Demapan), dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Kementan Dorong Papua Barat Berdaulat Pangan

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro