logo


Putin Sebut Ekonomi Rusia Tetap Pulih meski Dihantam Kebijakan Sanksi

Menurut Vladimir Putin, Industri otomotif dan metalurgi Rusia secara bertahap pulih sementara sektor pertanian dan konstruksi menunjukkan beberapa pertumbuhan

6 Oktober 2022 20:57 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin Sputniknews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Vladimir Putin mengatakan pada hari Kamis (6/10) bahwa perusahaan-perusahaan Rusia yang mengkhususkan diri dalam ekspor akan beralih ke pasar alternatif, karena negara itu masih berada di bawah sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya atas konflik di Ukraina.

Berbicara pada pertemuan dengan pejabat pemerintah di Moskow, Putin mengatakan eksportir Rusia mengalami tekanan paling besar karena selama ini mereka berorientasi ke Eropa, yang sekarang menolak barang-barang Rusia.

Dia menambahkan, produksi industri kembali ke level tahun lalu setelah empat bulan mengalami penurunan.


Rusia Sebut Denmark Sudah Tahu Pelaku Pengrusakan Jalur Pipa Gas Nord Stream

"Industri otomotif dan metalurgi (Rusia) secara bertahap pulih sementara sektor pertanian dan konstruksi menunjukkan beberapa pertumbuhan," kata Sang Presiden, dikutip Anadolu Agency.

Ia menambahkan bahwa permintaan konsumen tetap rendah, dimana hal itu memaksa pemerintah Rusia untuk mengambil sejumlah langkah untuk merangsangnya.

Putin memperingatkan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia akan meningkat di masa depan, dan mendesak mereka untuk menyiapkan rencana yang fleksibel, yang mampu mengatasi tindakan pembatasan tersebut.

Sebagaimana diketahui, kebijakan sanksi yang dikenakan oleh Barat di Moskow mencakup pembatasan perdagangan teknologi tinggi, larangan impor minyak, batu bara dan emas Rusia, dan penangguhan bank-bank besar Rusia dari sistem pembayaran SWIFT. Kapal dan pesawat Rusia juga dilarang memasuki pelabuhan dan wilayah udara negara-negara Barat.

Meski terdengar merugikan Rusia, namun sanksi tersebut juga berdampak buruk terhadap ekonomi negara-negara Barat. Ekonomi global juga berjuang dengan inflasi yang tinggi dan harga energi yang meroket sebagai akibat dari adanya sanksi tersebut.

Rusia Sebut Indonesia Berminat Gabung Organisasi BRICS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia