logo


Masih Perang dengan Rusia, Ukraina Tak Bisa Gabung dengan NATO

Seorang anggota komisaris Uni Eropa mengatakan bahwa Ukraina tidak dapat bergabung dengan NATO selama negara tersebut masih terlibat konflik bersenjata dengan Rusia

6 Oktober 2022 20:12 WIB

Aliansi Pertahanan Trans-Atlantik NATO
Aliansi Pertahanan Trans-Atlantik NATO istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisaris Uni Eropa Thierry Breton mengatakan bahwa tujuan Ukraina menjadi bagian dari NATO tidak dapat direalisasikan selama terlibat dalam permusuhan bersenjata dengan Rusia.

“Untuk mengajukan keanggotaan NATO, Anda tidak boleh menjadi negara yang berperang,” kata Breton saat berbicara di saluran TV Prancis BFM pada hari Kamis (6/10).

Ia menegaskan bahwa proses aksesi dibuat ketika negara-negara dalam keadaan damai. Karena jika tidak, seluruh aliansi akan terseret ke dalam konflik yang melibatkan anggota baru.


Negara Barat Ingin Negosiasi Ukraina-Rusia Mustahil Dilakukan

“Ukraina, sayangnya, adalah negara yang sedang berperang, permintaannya untuk keanggotaan NATO adalah tuntutan simbolis, politik,” tambahnya.

Ukraina menyatakan tujuan strategisnya untuk bergabung dengan NATO setelah terjadinya aksi kudeta pemerintahan pada tahun 2014. Pada 2019, rencana bergabung dengan NATO tersebut diabadikan dalam konstitusi negara.

Jumat lalu, Zelensky menandatangani permohonan untuk "mempercepat" aksesi negaranya, dengan alasan bahwa Ukraina secara "de facto" sudah menjadi bagian dari aliansi militer pimpinan AS tersebut.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan kembali pada hari yang sama bahwa blok tersebut mempertahankan pendiriannya untuk mendukung perjuangan Kiev melawan Rusia. Hanya saja, ia kembali menyatakan bahwa NATO tidak ingin terlibat konflik secara langsung dengan Rusia.

“NATO bukan pihak dalam konflik dan tidak akan mengubah kebijakannya terkait Ukraina," kata pejabat itu kepada wartawan.

Austria Ingin Jadi Tuan Rumah Negosiasi Damai Rusia-Ukraina, Begini Reaksi Moskow

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia