logo


Beberapa Menteri di Jerman Beda Pendapat soal 'Perang dengan Rusia'

Menkes dan Menkeu Jerman menilai negaranya kini tengah terlibat perang dengan Rusia, sementara Menhan Jerman menegaskan bahwa negaranya dan NATO tidak akan ikut terlibat perang dengan Rusia

6 Oktober 2022 16:31 WIB

Bendera Jerman
Bendera Jerman istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach mengklaim bahwa Berlin adalah negara yang ikut terlibat dalam perang melawan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam postingan Twitternya pada hari Sabtu akhir pekan kemarin, Lauterbach menulis: "Serius: Untuk apa berlutut di hadapan Putin sekarang?"

“Kami berperang dengan Putin dan bukan psikoterapisnya,” lanjut pejabat itu.


Dunia dalam Bahaya jika Ukraina Gabung dengan NATO

Dia bersikeras bahwa fokus Jerman harus memastikan kemenangan Ukraina di medan perang.

Tweet itu muncul sebagai tanggapan atas saran yang dibuat sebelumnya oleh seorang filsuf David Precht, yang berpendapat bahwa masing-masing negara anggota NATO harus memberi Rusia jaminan bahwa Ukraina tidak akan bergabung dengan aliansi militer. Menurut Precht, jaminan itu akan membuka pintu bagi pembicaraan damai antara Moskow dan Kiev.

Menanggapi pernyataan Menteri Kesehatan, Menteri Pertahanan Christine Lambrecht menegaskan bahwa Jerman dan NATO tidak akan ikut terlibat perang dengan Rusia.

“Sangat jelas – baik untuk pemerintah federal Jerman dan untuk seluruh NATO – kami tidak akan menjadi pihak perang,” katanya kepada kantor berita ARD pada Minggu (2/10).

Lambrecht menekankan bahwa "tidak membiarkan Jerman terseret ke dalam konflik Ukraina" telah menjadi prinsip panduan Berlin sejak dimulainya serangan Rusia terhadap negara tetangganya.

"Dan tidak ada yang berubah dalam hal itu," tambah Lambrecht.

Lauterbach mengklarifikasi pernyataannya pada hari Selasa (4/10) dengan mengatakan bahwa dia benar-benar meyakini jika Jerman “tentu saja bukan pihak perang,” meskipun “sepenuhnya berdiri di pihak Ukraina,” termasuk berkaitan dengan pengiriman senjata.

Sementara itu, menteri keuangan Jerman, Christian Lindner juga menggunakan kata-kata yang agak mirip dengan Lauterbach.

Pada hari Jumat pekan lalu, pejabat itu memposting tweet yang menunjukkan bahwa Jerman saat ini dalam "perang energi" yang menyerukan "strategi All-In." Lindner menyarankan kepada Berlin untuk memperpanjang operasional semua "pembangkit listrik tenaga nuklir yang tersedia" di negara itu untuk menjaga ekonominya tetap bertahan.

Pertama Kalinya dalam Sejarah, Utang AS Tembus USD 31 Triliun

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia