logo


Bantah Hubungannya Buruk dengan Jokowi Jelang Pilpres 2024, Anies: Komunikasi Jalan Terus

Anies mengatakan bahwa hubungannya dengan Jokowi sebatas bawahan dengan atasan

6 Oktober 2022 05:30 WIB

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Presiden Jokowi
Gubernur DKI Anies Baswedan dan Presiden Jokowi instagram.com/aniesbaswedan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah kabar hubungnnya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memburuk jelang Pilpres 2024. Ia menyebut kabar Jokowi tidak merestui dirinya maju di Pilpres 2024 tidakah benar.

"Kami ini bersahabat dan kami itu mulai berinteraksi bersama itu sejak tahun 2011, sebelum beliau menjadi gubernur di Jakarta," kata Anies dalam acara  'Political Show' CNN Indonesia TV, Selasa (5/10/2022).

Anies mengklaim terus berkomunikasi dengan Jokowi. Ia menyebut kerap berdiskusi berbagai isu dengan presiden.


Dukung Pencapresan Anies Baswedan oleh Partai NasDem, DPD: Angin Segar untuk Demokrasi Indonesia

"Sampai sekarang pun, pada waktu waktu yang diperlukan, yang memang relevan, saya sering datang (bertemu Jokowi), kemudian berdiskusi, komunikasi jalan terus. Jadi tidak ada yang namanya putus komunikasi," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa hubungannya dengan Jokowi selalu baik, bahkan semenjak dirinya menjabat sebagai Rektor Paramadina.

"Jadi perjumpaan, interaksi itu sudah panjang. Kemudian beliau bertugas di Jakarta, saya masih di [Universitas] Paramadina. Kemudian ketika beliau maju menjadi calon presiden, beliau menelpon, mengundang saya untuk menjadi juru bicaranya, dan sesudah itu menjadi intensif pembicaraannya," ungkpanya.

Meski demikian, ia mengatakan bahwa hubungannya dengan Jokowi sebatas bawahan dengan atasan. Oleh karena itu, ia menyebut tidak mungkin dirinya dibenturkan dengan Jokowi yang merupakan atasan para gubernur.

"Jadi saya ini bukan orang yang setara, Pak Jokowi itu atasan kami dan memberikan arahan pada gubernur, saya salah satunya. Sehingga di struktur pemerintahan, kami itu mengikuti arahan presiden, bagaimana mungkin bawahan kemudian dibentur-benturkan dengan atasan?" pungkasnya.

Pengamat: Langkah KPK Percepat Proses Peyidikan Formula E Tidak Dapat Dikategorikan Manufer Menjegal Anies

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati