logo


4 Anggotanya Akui Perbuatannya di Tragedi Kanjuruhan, Panglima TNI Prioritaskan Pidana Ketimbang Jalur Etik

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan akan memprioritaskan jalur pidana untuk memproses parjurit TNI yang terbukti melakukan pelanggaran di tragedi Kanjuruhan.

6 Oktober 2022 04:30 WIB

Jenderal TNI Andika Perkasa
Jenderal TNI Andika Perkasa ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan bahwa empat dari lima  anggotanya yang sudah diperiksa mengakui perbuatannya di tragedi Kanjuruhan, Malang. Namun, ada satu anggota yang bersikeras tidak terlibat dalam tragedi itu.

"Sejauh ini prajurit yang sudah kita periksa ada lima, periksa ini karena sudah ada bukti awal. Dari lima ini, sudah empat mengakui, tapi satu belum, tapi kami enggak menyerah," kata Andika di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/10).

Andika mengatakan bahwa 4 prajurit yang sudah diperiksa berpangkat sersan dua, sementara satu anggota berpangkat prajurit satu. Meski demikian, pihaknya akan memberi sanksi kepada prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran.


Data Terbaru: Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan 131 Orang

"Ya pasti pasti, sesuai pasalnya minimal ayat 351 KUHP minimal ayat 1, belum lagi nanti KUHP pasal 126 melebihi kewenangannya dalam bertindak. Itu minimal jadi kita pasti terus dan masing-masing pasal ini kan ada ancaman hukumannya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan akan memprioritaskan jalur pidana untuk memproses prajurit TNI yang terbukti melakukan pelanggaran di tragedi Kanjuruhan.

"Saya berusaha untuk tidak etik karena etik ini apabila tadi ada memang syarat-syaratnya bagi saya itu sangat jelas itu pidana," bebernya.

 

Desak Kapolda Jatim Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan, Fadli Zon: Kalau di Luar Negeri Bunuh Diri

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati