logo


Desak Kapolda Jatim Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan, Fadli Zon: Kalau di Luar Negeri Bunuh Diri

Politikus Gerindra Fadli Zon meminta agar tragedi Kanjuruhan ditanggapi secara sensitif

6 Oktober 2022 04:03 WIB

otoritasnews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota DPR RI Fadli Zon mendesak Kapolri Listyo Sigit Prabowo agar mencopot Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Nico Afinta dari jabatannya. Menurutnya, pencopotan itu sebagai bentuk tanggung jawab buntut tragedi Kanjuruhan, Malang.

"Harus ada yang bertanggung jawab. Kalau saya lihat sih Kapolda (Jatim) juga diganti saja, kan itu aspirasi masyarakat juga," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Politikus Gerindra itu meminta agar tragedi Kanjuruhan itu ditanggapi secara sensitif. Ia lantas membandingkannya dengan kejadian serupa di luar negeri. Ia menyebut pejabat yang bertanggung jawab langsung mundur dari jabatannya tanpa menunggu dicopot dari atasannya.


Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, PSSI Sebut Bukan Salah Pemerintah Tapi Oknum

"Jadi harus sensitiflah melihat, kalau di luar negeri itu bukan dicopot, mundur. Jadi masih revolusi mentalnya jalan, mereka mengundurkan diri baik itu kapolres, kapolda. Tentu ini kejadian Shinzo Abe di sana, bukan hanya mundur bahkan ada yang bunuh diri karena gagal. Kita tidak ada tradisi itu, paling enggak tradisi malulah kalau gagal," ujarnya.

Ia menyayangkan penggunaan gas air mata dalam tragedi Kanjuruhan sehingga menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Padahal penggunaan gas air mata, kata dia, sudah dilarang dalam regulasi FIFA.

"Menurut saya, kuncinya jelas di situ gas air mata, penerapan gas air mata di lapangan yang kabarnya itu tidak diperbolehkan oleh FIFA sendiri jelas. Kenapa misalnya kalau untuk mempersiapkan, mengantisipasi itu bukan water cannon, bukan air yang netral. Tentu enggak akan banyak korban, apalagi sampai meninggal. Paling orang berjatuhan atau apa," bebernya.

 

Data Terbaru: Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan 131 Orang

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati