logo


NasDem Capreskan Anies dan PSI Capreskan Ganjar, Iwan Fals: Emang Bisa?

Mengacu pada aturan pencalonan presiden, partai harus memenuhi ambang batas minimal 20 persen.

5 Oktober 2022 17:57 WIB

Iwan Fals
Iwan Fals Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Musikus kawakan Iwan Fals mengomentari langkah Partai NasDem dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang baru saja mendeklarasikan calon presiden.

Pemilik nama asli Virgiawan Listanto itu mempertanyakan pencapaian NasDem dan PSI soal kursi di DPR.

Sebab, jika mengacu pada aturan pencalonan presiden, partai harus memenuhi ambang batas minimal 20 persen atau setidaknya membentuk koalisi untuk menggapai persentase tersebut.


Baim Wong dan Paula Akan Dipanggil, Polisi Gali Motif Pembuatan Konten Prank KDRT

“Anies Capres NasDem, Ganjar Capres PSI, emang bisa, kan gak sampe 20% PTnya (Presidential Threshold),” tulisnya via akun Twitter @iwanfals, dikutip Rabu (5/10).

Diketahui, pada Senin (3/10), Partai NasDem resmi mengumumkan Anies Baswedan sebagai calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat.

"Inilah kenapa akhirnya NasDem melihat seorang sosok Anies Rasyid Baswedan. Kami mempunyai keyakinan pikiran-pikiran dalam perspektif baik secara makro maupun mikro sejalan," kata Paloh saat konferensi pers.

"Kenapa Anies Baswedan, jawabannya adalah why not the best," jelasnya.

Menyusul NasDem, PSI juga resmi mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai capres pilihan mereka untuk Pilpres 2024. Ganjar dipilih bersama Zanuba Arifah Wahid alias Yenny Wahid sebagai calon wakil presiden.

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie menilai Ganjar-Yenny merupakan kombinasi terbaik untuk melanjutkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Inilah pasangan yang akan didorong PSI untuk menjadi capres dan cawapres 2024 untuk mewujudkan Indonesia sebagai negeri yang adil dan toleran," ujar Grace.

Sedangkan saat ini, PDIP menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung capres/cawapres pada Pilpres 2024 tanpa harus berkoalisi. Pasalnya PDIP meraih 22,26% dari total 575 kursi di DPR RI sebagaimana hasil Pemilu 2019 lalu.

Adapun partai lainnya wajib berkoalisi untuk memenuhi ambang batas minimal 20 persen. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), berikut persentase kursi DPR RI hasil Pemilu 2019:

- Golkar: 14,78%

- Gerindra: 13,57%

- Nasdem: 10,26%

- PKB: 10,09%.

- Demokrat: 9,39%

- PKS: 8,7%

- PAN: 7,65%

- PPP: 3,3%

Banjir Merata Tempat di Jakarta, Golkar: Tanda-tanda Alam Tidak Berpihak Pencapresan Anies Baswedan

Halaman: 
Penulis : Iskandar