logo


Komentari Tragedi Kanjuruhan, Ade Armando Sebut Suporter Arema Pangkal Masalah

Polisi dinilai sudah melaksanakan kewajibannya.

5 Oktober 2022 15:09 WIB

Ade Armando
Ade Armando twitter.com/adearmando24

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Akademisi Ade Armando menilai ulah suporter Arema merupakan pangkal dari tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan orang.

Dosen komunikasi UI itu juga menganggap polisi sudah bertugas dengan baik dalam upaya penertiban.

“Marilah kita bersikap objektif. Yang jadi masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan melanggar semua peraturan dalam stadion dengan gaya preman masuk ke lapangan, petentengan. Dalam pandangan saya, polisi sudah melaksanakan kewajibannya,” ujar Ade dalam tayangan di kanal Cokro TV, dilihat Rabu (5/10).


Buntut Insiden Kanjuruhan, DPR : Investigasi Kronologi Secara Menyeluruh

Video pernyataan Ade itu telah tersebar di media sosial dan mendapat banyak respons negatif. Ade dinilai sama sekali tak memiliki empati terhadap keluarga korban.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Syadat Hasibuan menilai pernyataan Ade tersebut sangat tidak pantas. Pasalnya, publik sepak bola, terutama keluarga korban, masih diliputi duka.

“Gimana orang gak membencimu Ade Armando. Belum selesai duka orang tua yang kehilangan anaknya karena tragedy Kanjuruhan kau sudah hina-hina yang wafat,” katanya lewat cuitan Twitter @UmarHasibuann_.

“Siapa yang gak geram lihat ucapanmu ini. Nanti didatangi fans Arema kau bilang mereka anarkis padahal mulutmu ini yang anarkis,” sambung pria yang juga politikus PKB itu.

Untuk diketahui, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, terjadi usai kekalahan 2-3 Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10) malam.

Sejumlah suporter turun ke lapangan. Polisi merespons dengan tindakan keras hingga tembakan gas air mata. Tak hanya ke lapangan, gas air mata juga diarahkan ke tribun penonton. Hal itu memicu kepanikan suporter.

Suporter berupaya keluar dari stadion untuk menghindari dampak gas air mata. Namun, pintu beberapa tribun tiba-tiba ditutup sehingga suporter saling berdesakan.

Tak sedikit dari mereka yang terinjak-injak dan mengalami sesak napas. Kejadian ini mengakibatkan banyak orang pingsan dan meninggal dunia.

Data kepolisian hingga Senin (3/10) menyebutkan, korban meninggal dunia atas tragedi Kanjuruhan mencapai 125 orang.

Sementara itu, jumlah korban luka berat yang tercatat adalah 21 orang. Dan korban luka ringan 304 orang.

Dinyatakan Sehat, Ferdy Sambo dkk Diserahkan ke Kejagung

Halaman: 
Penulis : Iskandar