logo


Respon Somasi Aremania, Istana: Langkah yang Diambil Jokowi Lebih Konkrit Dibanding Minta Maaf

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Dini Purwono mempertanyakan dasar somasi yang dilayangkan Aremania ke Jokowi

5 Oktober 2022 06:30 WIB

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo Biro Pers Sekretariat Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Dini Purwono menyebut langkah yang diambil Jokowi terkait Tragedi Kanjuruhan lebih konkrit daripada sekedar meminta maaf.

Hal tersebut, ia sampaikan menanggapi somasi yang dilayangkan oleh Aremania ke Jokowi. Dimana dalam somasi tersebut, Jokowi dan sejumah pihak diminta menyampaikan permohonan maaf ke pubik terkait tragedi Kanjuruhan.

"Saya rasa langkah-langkah yang telah diambil Presiden dalam hal ini jauh lebih konkret dan bermakna dibanding sekadar menyampaikan permintaan maaf. Dan karenanya langkah yang telah diambil Presiden dalam hal ini patut kita apresiasi alih-alih diberikan somasi," kata Dini seperti dilansir CNNIndonesia, Rabu (5/10/2022).


Temui Jokowi, PSSI Minta Pekerjaan Tetap

Ia menyebut Jokowi telah memerintah kepada jajarannya untuk melakukan langkah-langkah konkrit untuk mengusut tragedi Kanjuruhan. Secara khusus, ia menyebut Jokowi sudah memerintahkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan investigasi terkait tragedi tersebut.

"Presiden juga sudah memberikan arahan jelas kepada jajarannya untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, evaluasi dan perbaikan prosedur," ujarnya.

"Presiden telah memerintahkan kepada Menpora, Kapolri dan Ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas prosedur pelaksanaan dan pengamanan pertandingan sepak bola," sambung dia.

Ia lantas mempertanyakan dasar somasi yang dilayangkan Aremania ke Jokowi. Ia meminta semua pihak untuk mengawal proses investigasi terkait tragedi Kanjuruhan itu.

"Jadi jangan langsung lompat kepada kesimpulan yang tidak kuat dasar argumen dan pembuktiannya. Kita semua turut berduka dan sangat menyayangkan tragedi Kanjuruhan, Malang," pungkasnya.

Kecewa Tak Dilibatkan di TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Aremania: Tidak Ada Keadilan Tanpa Suara Korban

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati