logo


Bukan Kapolres Malang, Kompolnas Duga Ada Pejabat Lain Instruksikan Penggunaan Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan

Kompolnas sebut Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat sudah melarang penggunaan gas air mata saat apel 5 jam sebelum pertandingan

4 Oktober 2022 13:59 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Kompas

MALANG, JITUNEWS.COM - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengatakan bahwa tidak ada perintah penggunaan gas air mata oleh Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat di tragedi Kanjuruhan, Malang.

"Tidak ada perintah dari Kapolres untuk melakukan penguraian massa dengan gas air mata," kata anggota Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto saat jumpa pers di Malang, Selasa (4/10/2022).

Wahyu mengatakan demikian berdasarkan hasil penyelidikan awal terkait tragedi Kanjuruhan.


Butut Tragedi Kanjuruhan, GMPI: Kapolri Juga Harus Mencopot Kapolda Jatim

Ia menyebut Ferli sudah melarang penggunaan gas air mata saat apel 5 jam sebelum pertandingan Arema FC dan Persebaya Surabaya dimulai.

"Tidak ada itu (perintah penggunaan gas air mata) sudah disampaikan saat apel lima jam sebelumnya. Jadi memang kami melihat ada tindakan-tindakan preventif sudah dilakukan dari internal kepolisian," ujarnya.

Ia menyebut pengamanan yang dilakukan Polres Malang sudah sesuai prosedur yang tepat dengan mempersiapkan dua unit baracuda untuk membawa pemain dan ofisialnya.

Lebih lanjut, ia menduga ada pejabat lain yang menginstruksikan penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa. Pasalnya saat itu, ia menyebut Ferli sedang berada di luar, sementara kericuhan terjadi di dalam stadion.

"Kapolres kan ada di luar karena mengamankan ini yang mau keluar. Kejadian di dalam, berarti ada pejabat di dalam yang memerintahkan," ungkapnya.

"Nah, siapa orangnya ini sedang disidik. Tapi kan sembilan orang sudah dicopot," pungkasnya.

 

Bakal Lapor ke Mabes Polri, Penyintas Tragedi Kanjuruhan: Konstruksi Pasal yang Lebih Konkret

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati