logo


Menko PMK dan Mensos Beri Santunan ke Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

Muhadjir bersama Risma memberikan santunan kepada 125 ahli waris

4 Oktober 2022 09:33 WIB

Menko PMK, Muhadjir Effendy bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan santunan ahli waris kepada korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (3/10/2022).
Menko PMK, Muhadjir Effendy bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan santunan ahli waris kepada korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (3/10/2022). Dok. Kemenko PMK

MALANG, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan santunan ahli waris kepada korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (3/10/2022).

Muhadjir bersama Risma memberikan santunan kepada 125 ahli waris yang terdata oleh Kemensos per Senin (3/10) di Kota dan Kabupaten Malang yang mengalami tragedi tersebut. Data ini masih berkembang sesuai perkembangan di lapangan. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp 15 juta per korban dan paket sembako.

Menko Muhadjir menyatakan bahwa santunan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dan empati dari pemerintah terhadap musibah yang dialami oleh keluarga korban. "Saya mengucapkan terimakasih kepada Bu Mensos yang sudah berkunjung sekaligus memberikan santunan kepada keluarga korban," ucapnya.


Kapolres Malang Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan, Dede Yusuf Sebut Kapolri Bertindak Tegas

"Dan saya tegaskan bahwa santunan ini tidak ada harganya dibanding dengan kehilangan dari ibu dan bapak sekalian. Ini sekedar untuk menunjukkan empati dari pemerintah baik pemerintah pusat dan daerah," ungkapnya.

Muhadjir mengungkapkan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya para supporter klub Arema FC yang menjadi korban di Stadion Kanjuruhan. Dia meminta para keluarga yang ditinggalkan untuk tetap tabah dan ikhlas atas kejadian yang menimpa mereka.

"Sebagai pribadi saya ikut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Mudah-mudahan bapak/ibu semuanya diberi kesabaran dan keikhlasan," katanya.

Dalam kesempatan di Kantor Kecamatan Lowokwaru itu, Menko PMK langsung menyerahkan bantuan kepada 8 orang ahli waris. Suasana haru muncul di Kantor Kecamatan Lowokwaru itu. Para ahli waris yang kebanyakan adalah orang tua dari para korban tak kuasa menahan tangis di pelukan Menko PMK.

Muhadjir Effendy mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan yang meninggal dunia bisa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Mudah-mudahan Allah SWT menerima mereka di sisinya dengan baik, dan dengan segala amal kebaikannya," ucapnya.

Selain menyerahkan santunan di Kecamatan Lowokwaru, Menko PMK bersama Mensos juga memberikan santunan kepada para ahli waris korban di Kecamatan Singosari sebanyak 13 orang, Tajinan sebanyak 14 orang, Tirtoyudo sebanyak 5 orang, Gondanglegi sebanyak 12 orang, Kepanjen sebanyak 17 orang, Sumber Pucung sebanyak 13 orang, dan Malang Kota sebanyak 21 orang ahli waris.

Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini menjelaskan bahwa tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada pertandingan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya pada 1 Oktober 2022 merupakan salah satu bencana sosial.

"Ini termasuk bencana sosial, juga ada konflik-konflik di beberapa tempat itu juga kami tangani," kata Risma pada awak media di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Malang.

Mensos mengatakan, pihak Kemensos juga telah bergerak membantu evakuasi korban di Stadion Kanjuruhan saat terjadi kericuhan melalui Pelopor Perdamaian (Pordam) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), dilanjutkan dengan pendataan ahli waris korban meninggal.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basara, Walikota Malang Sutiaji, Wakil Bupati Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi dan DPR Provinsi Jawa Timur Tri Untari, Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung Rachmat Koesnadi dan Kepala Sentra Terpadu Pangudi Luhur I Ketut Supena.

Berharap TGIPF Ungkap Tragedi Kanjuruhan, Gerindra Ingatkan Tak Diintervensi Politik

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata