logo


Sembilan Negara NATO Dukung Bergabungnya Ukraina menjadi Anggota

Presiden Republik Ceko, Estonia, Latvia, Lithuania, Macedonia Utara, Montenegro, Polandia, Rumania, dan Slovakia, mendukung aksesi Ukraina ke dalam NATO

3 Oktober 2022 18:25 WIB

NATO
NATO Reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden dari sembilan negara anggota NATO, pada Minggu (2/10) menyatakan dukungan mereka untuk rencana bergabungnya Ukraina menjadi salah satu aliansi militer tersebut, dan juga mendesak semua sekutu NATO untuk "secara substansial meningkatkan" dukungan militernya kepada Kiev.

Pernyataan itu muncul dua hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan niat negaranya untuk mengajukan keanggotaan NATO melalui jalur cepat.

“Kami dengan tegas mendukung keputusan KTT NATO Bucharest 2008 mengenai keanggotaan Ukraina di masa depan,” kata presiden Republik Ceko, Estonia, Latvia, Lithuania, Macedonia Utara, Montenegro, Polandia, Rumania, dan Slovakia, dalam pernyataan tertulis dikutip RT.com.


Soal Invasi China ke Taiwan, Menhan AS: Saya Tidak Melihat Invasi Itu Akan Segera Terjadi

Pada KTT Bucharest 2008, para anggota aliansi menyambut “aspirasi untuk menjadi anggota NATO” dari Ukraina dan Georgia. Hanya saja, mereka tidak memberikan tenggat waktu bagi aksesi kedua negara itu.

"Kami mendukung Ukraina dalam pertahanannya melawan invasi Rusia, menuntut Rusia untuk segera menarik diri dari semua wilayah yang mereka duduki dan mendorong semua Sekutu untuk secara substansial meningkatkan bantuan militer mereka ke Ukraina," tambahnya.

Kesembilan pemimpin negara NATO itu juga menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah mengakui upaya Rusia untuk mencaplok empat wilayah Ukraina.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menekankan bahwa "setiap keputusan tentang keanggotaan harus diambil dengan konsensus" dari semua 30 anggota.

Ia menekankan bahwa NATO “memiliki kebijakan pintu terbuka” dan saat ini prioritas utama blok tersebut adalah “untuk mendukung Ukraina,” baik secara militer maupun finansial. Dia percaya bahwa ini juga “cara terbaik untuk menanggapi” tindakan Rusia.

Badan Energi Denmark Sebut Kebocoran Gas pada Jalur Pipa Nord Stream Sudah Berhenti

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia