logo


AS, Polandia dan Ukraina Dituduh Terlibat dalam Tindak Sabotase Jalur Pipa Gas Nord Stream

Wakil PM Rusia mengatakan bahwa AS, Polandia dan Ukraina selama ini menentang operasional jalur pipa gas Rusia-Jerman, Nord Stream 1 dan Nord Stream 2

3 Oktober 2022 14:58 WIB

Jalur pipa gas Nord Stream 2
Jalur pipa gas Nord Stream 2 istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Minggu (2/10) mengatakan bahwa Amerika Serikat, Polandia dan Ukraina telah secara terbuka menyatakan penentangan mereka terhadap proyek Nord Stream di masa lalu dan, oleh karena itu, dapat memiliki kepentingan dalam insiden kerusakan yang terjadi pada jalur pipa gas Rusia-Jerman itu.

"AS, Ukraina dan Polandia mengatakan bahwa infrastruktur ini tidak akan beroperasi karena mereka akan melakukan segala yang mereka bisa untuk memastikannya. Itulah mengapa kita harus serius melihat ini," kata Novak kepada penyiar Rossiya 1.

Ketika ditanya apakah jaringan pipa dapat menjadi tidak dapat dioperasikan karena adanya kebocoran, pejabat senior tersebut mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mengatakan dengan pasti karena sebelumnya belum pernah ada insiden seperti itu.


AS Nggak Yakin Rusia Bakal Gunakan Senjata Nuklir dalam Konflik Ukraina

"Tentu saja secara teknis perbaikan infrastruktur bisa dilakukan, tapi butuh waktu dan dana yang memadai. Saya yakin kemampuan yang diperlukan akan ditemukan," kata Novak.

Pada hari Senin awal pekan lalu, jaringan pipa lepas pantai Nord Stream 1 dan Nord Stream 2 di Laut Baltik rusak akibat ledakan. Pihak berwenang Swedia dan Denmark mengatakan mereka menemukan kebocoran gas yang disebabkan oleh ledakan bawah laut, dengan konsensus bahwa insiden itu adalah akibat sabotase. Akibatnya, jalur pipa gas Rusia-Jerman tersebut tidak dapat dioperasikan.

Pada hari Jumat, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya sekarang tidak hanya menjatuhkan sanksi, namun juga menghancurkan infrastruktur energi Rusia. Kantor Kejaksaan Agung Rusia sedang menyelidiki insiden tersebut dan menyatakan insiden itu sebagai akibat dari tindakan terorisme internasional.

Tidak Bijaksana bagi AS untuk Masukkan Ukraina ke dalam NATO setelah Uni Soviet Runtuh

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia