logo


Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Ditawari Kapolri Masuk Polisi

Kapolri menyampaikan tawaran itu ketika bertakziah di rumah salah satu korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang.

3 Oktober 2022 13:16 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Listyo Sigit Prabowo twitter.com/listyosigitp

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menawari anak dari korban meninggal dunia buntut tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur untuk masuk menjadi anggota kepolisian. Hal itu disampaikan Listyo saat bertakziah ke rumah korban tersebut.

"Kalau kamu masuk polisi mau enggak?" tanya Listyo kepada sang anak, dikutip dari detikcom, Senin (3/10).

Listyo juga menyampaikan dukacita mendalam. Ia berjanji bakal mengusut tuntas kasus yang membuat ratusan orang tewas itu.


Pemerintah Minta Polri Ungkap Pelaku Kerusuhan Kanjuruhan

"Ibu saya turut berdukacita, atas kejadian ini," kata Listyo kepada ibu yang anaknya menjadi korban.

"Yang jelas kami serius dan usut tuntas tentunya. Kedepan terkait proses penyelenggaraan dan pengamanan yang akan didiskusikan, akan menjadi acuan dalam proses pengamanan," terang dia.

Diketahui dalam kunjungan itu, Kapolri Listyo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali, dan Ketua PSSI Mochamad Iriawan.

Sebagai informasi, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, terjadi usai kekalahan 2-3 Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10) malam. Turunnya suporter ke lapangan direspons polisi dengan menembakkan gas air mata.

Tak hanya ke lapangan, tembakan diarahkan ke tribun penonton. Hal itu memicu kepanikan suporter. Mereka berusaha keluar agar untuk menghindari dampak gas air mata. Namun, pintu beberapa tribun tiba-tiba ditutup sehingga suporter saling berdesakan.

Tak sedikit dari mereka yang terinjak-injak dan mengalami sesak napas. Kejadian ini mengakibatkan banyak orang pingsan, bahkan meninggal dunia.

Berdasarkan data Polri, 125 orang meninggal dunia, sementara data Dinas Kesehatan Jatim menyatakan 131 orang meninggal.

Pemerintah Bentuk TGIPF Ungkap Kasus Kanjuruhan

Halaman: 
Penulis : Iskandar