logo


Ratusan Orang Tewas Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Bakal Audit SOP Penggunaan Gas Air Mata

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa audit SOP penggunaan gas air buntut tragedi Kanjuruhan sangat penting dilakukan.

3 Oktober 2022 04:30 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Kompas

MALANG, JITUNEWS.COM - Polri akan melakukan audit standar operasional prosedur (SOP) penggunaan gas air mata buntut Tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur.

Pasalnya, buntut tragedi Kanjuruhan itu telah mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan luka-luka. Suporter berdesak-desakan, sesak napas, hingga sebagian terinjak-injak saat polri menembakan gas air mata.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa audit SOP penggunaan gas air buntut tragedi Kanjuruhan sangat penting dilakukan.


Ada Data Ganda, Kapolri Ungkap Jumlah Terbaru Korban Meninggal Dunia di Tragedi Kanjuruhan

"Tim tentunya akan mendalami terkait SOP dan tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh Satgas atau pun tim pengamanan yang melaksanakan tugas pada saat pelaksanaan pertandingan. Tentunya tahapan-tahapan yang ada akan dilaksanakan audit," kata Listyo di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (10/9/2022).

Listyo menegaskan bahwa timnya akan terjun ke lokasi untuk melakukan investigasi terkat tragedi Kanjuruhan itu. Ia mengatakan bahwa semua informasi yang diperoleh akan didalami sebagai bagian dari proses investigasi.

"Kemudian kami juga mendapatkan informasi upaya penyelamatan terhadap pemain dan ofisial Persebaya dan Arema FC. Semuanya akan kami dalami dan ini akan menjadi bagian dari investigasi secara tuntas baik dari penyelenggara, dari sisi pengamanan, dan pihak-pihak yang terlibat," ungkapnya.

Diketahui, penggunaan gas air mata atau gas pengendalian massa dilarang dalam pertandingan sepakbola. Aturan tersebut sudah ditetapkan dalam regulasi FIFA soal Keselamatan dan Keamanan Stadion.

"Dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau gas pengendali massa," tulis regulasi FIFA yang dikutip di laman resminya, Minggu (2/10/2022).

Namun pada kenyataan, penembakan gas air mata dilakukan oleh aparat kepolisian saat mengamankan pertandingan Arema Fc vs Persebaya di Stadion, Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

Polisi menembakan gas air mata ke tribune penonton usai suporter Arema FC marah atas kekelahan tim idolanya yang dibekuk 2-3 oleh Persebaya Surabaya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan bahwa anggotanya melakukan penembakan dengan gas air mata dengan alasan keamanan. Polisi, kata dia, kahwatir tindakan anarkis pendukung Arema akan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.

"Karena gas air mata itu, mereka pergi keluar ke satu titik, di pintu keluar. Kemudian terjadi penumpukan dan dalam proses penumpukan itu terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen," kata Nico dikutip dariseperti dilansir Antara, Minggu (2/10/2022).

Kecewa Tak Bisa Main Buntut Tragedi Kanjuruhan, Borneo FC: Ulah Satu Suporter, Imbasnya Semua Tim Liga 1

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati