logo


Tidak Bijaksana bagi AS untuk Masukkan Ukraina ke dalam NATO setelah Uni Soviet Runtuh

Mantan Menlu AS menegaskan bahwa dirinya tidak setuju dengan upaya pemerintah AS untuk menjadikan Ukraina sebagai anggota NATO

2 Oktober 2022 21:05 WIB

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger
Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger CGTN

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger, pada Jumat (30/9) mengatakan bahwa upaya Amerika Serikat untuk memasukkan Ukraina ke dalam NATO setelah runtuhnya Uni Soviet merupakan hal yang tidak bijaksana.

Berbicara kepada Dewan Hubungan Luar Negeri, sebuah wadah pemikir non-partisan AS, diplomat veteran berusia 99 tahun itu berpendapat bahwa Washington berusaha tanpa pandang bulu untuk memasukkan semua mantan anggota blok Soviet di bawah payungnya setelah tembok Berlin runtuh, dan bahwa “Seluruh wilayah antara pusat Eropa dan perbatasan Rusia menjadi terbuka untuk direstrukturisasi.”

“Dari sudut pandang Rusia, Amerika Serikat kemudian berusaha untuk mengintegrasikan seluruh wilayah ini, tanpa kecuali, ke dalam sistem strategis yang dipimpin Amerika,” katanya, dikutip RT.com, seraya menambahkan bahwa perkembangan ini pada dasarnya menghilangkan “sabuk pengaman” bersejarah Rusia.


Ramzan Kadyrov Desak Rusia Gunakan Senjata Nuklirnya

Kissinger dengan demikian menekankan bahwa “bukanlah kebijakan Amerika yang bijaksana untuk mencoba memasukkan Ukraina ke dalam NATO.”

Meski demikian, ia juga tidak membenarkan tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk memaksakan pengaruhnya di Ukraina dengan “serangan mendadak.”

Kissinger mengatakan dia tidak tahu apakah ada kemungkinan bagi negara-negara Barat untuk berdamai dengan pemimpin Rusia. Meski demikian, ia menekankan bahwa negara-negara Barat “harus mencari kesempatan untuk pengaturan yang menjamin kebebasan Ukraina”.

Selain itu, Kissinger berpendapat bahwa di satu sisi, Rusia telah “sudah kalah perang” karena kemampuannya untuk mengancam Eropa dengan serangan konvensional, yang biasa mereka lakukan selama beberapa dekade atau bahkan berabad-abad, “kini telah terbukti diatasi.”

Meski begitu, mantan menteri luar negeri itu mengisyaratkan bahwa cepat atau lambat, Barat dan Rusia harus terlibat dalam dialog.

“Beberapa dialog, mungkin pada tingkat tidak resmi, mungkin dalam cara eksplorasi sangat penting,” dia mengulangi, menambahkan bahwa “di lingkungan nuklir” hasil seperti itu lebih disukai daripada “keputusan medan perang.”

AS Nggak Yakin Rusia Bakal Gunakan Senjata Nuklir dalam Konflik Ukraina

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia