logo


Ramzan Kadyrov Desak Rusia Gunakan Senjata Nuklirnya

Pemimpin Republik Chechnya meminta pemerintah Rusia untuk menggunakan senjata nuklirnya guna membebaskan kota Lyman di Donetsk, yang kini dikuasai oleh pasukan Ukraina

2 Oktober 2022 20:42 WIB

Ramzan Kadyrov
Ramzan Kadyrov wikipedia.org

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, pada Sabtu (1/10) mengatakan bahwa Moskow seharusnya mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir ringan dalam konflik Ukraina, setelah pasukan Kiev berhasil memaksa tentara Rusia keluar dari kota Lyman yang terletak di wilayah Donetsk.

Dalam sebuah pesan di Telegram, Kadyrov melontarkan kritikan kepada komandan militer Rusia yang memutuskan untuk meninggalkan kota Lyman di Ukraina timur pada hari Sabtu.

“Menurut pendapat pribadi saya, tindakan yang lebih drastis harus diambil, hingga deklarasi darurat militer di daerah perbatasan dan penggunaan senjata nuklir ringan,” tambahnya.


Bill Gates Prediksi Eropa Bakal Alami Musim Dingin yang Mengerikan jika Nekat Setop Impor Energi dari Rusia

Kritikan tersebut ia sampaikan sehari setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memproklamirkan pencaplokan empat wilayah Ukraina, yakni Donetsk, Lugansk, Kherson dan Zaporozhye. Dengan demikian, empat wilayah tersebut kini berada di bawah perlindungan Rusia. Putin juga mengatakan bahwa Moskow akan mempertahankan bekas wilayah Ukraina tersebut “dengan segenap kekuatan kita dan seluruh kekuatan kita".

Mantan presiden Rusia yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia, Dmitry Medvedev, juga menyarankan agar Rusia menggunakan senjata nuklirnya untuk melindungi keamanan wilayahnya dari pihak lawan.

"Jika ancaman terhadap Rusia melebihi batas bahaya yang ditetapkan, kami harus merespons," tulisnya dalam postingan Telegram beberapa waktu lalu.

Penggabungan 4 Wilayah Ukraina dengan Rusia Membuat Situasi Konflik Tak Mungkin Bisa Diselesaikan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia