logo


Ada Data Ganda, Kapolri Ungkap Jumlah Terbaru Korban Meninggal Dunia di Tragedi Kanjuruhan

Kapolri menerima data terbaru berdasarkan identifikasi dari tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Malang.

2 Oktober 2022 19:45 WIB

Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Listyo Sigit Prabowo twitter.com/listyosigitp

MALANG, JITUNEWS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan data terbaru terkait jumlah korban meninggal dunia di tragedi Kanjuruhan.

Listyo mengatakan bahwa data terakhir yang pihaknya terima yakni 125 orang. Pihaknya menerima data itu berdasarkan identifikasi dari tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota Malang.

"Konfirmasi saat ini terverifikasi meninggal dunia dari awal informasi 129 saat ini data terakhir hasil pengecekan DVI dan Dinkes jumlahnya 125 orang," kata Listyo di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (2/10/2022).


Sentil Iwan Bule Soal Insiden Kanjuruhan, IPW: Harusnya Malu dan Mengundurkan Diri dari Ketum PSSI

Ia mengatakan bahwa sebelumnya terdapat data ganda sehingga jumlah korban meninggal lebih banyak daripada data terakhir.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengajak berbagai pihak untuk melakukan investasi terkait tragedi Kanjuruhan.

"Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes ada Bareskrim, Propam, Pusdokjes, Inafis, kemudian Puslabfor untuk melakukan langkah terkait pendaklaman investigasi yang kami lakukan," pungkasnya.

Diketahui, kerusuhan itu bermula dari kekecewaan Aremania karena Arema FC kalah 2-3 atas Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022/2023. Dimana Persebaya unggul lebih dahulu melalui gol Silvio Junior pada menit kedelapan.

Persebaya menggandakan gol pada menit ke-32 oleh Leonardo Lelis. Gol tersebut berhasil dicetak berkat tendangan bebas Higor Vidal.

Arema kemudian menyamakan skor dua gol pada menit ke-42  dengan sundulan dan pada menit ke45+1 melalui tendangan penati oleh Abel Camara.

Namun, Persebaya kembali unggul dengan cetakal gol oleh Sho Yamamoto yang memanfaatkan umpan dari Marselino.

Hal itu lansung disambut kekecawaan suporter Arema FC. Aremania langsung masuk ke stadion, namun justru direspon oleh polisi dengan menembakan gas air mata.

Minta Maaf Soal Tragedi Kanjuruhan, Presiden Arema FC: Kami Berkoordinasi dengan Pusat Kesehatan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati